
Padang, Scientia – Hujan lebat yang mengguyur kota Padang sejak rabu sore pukul 16.00 WIB, mengakibatkan sebagaian wilayah kota Padang terendam banjir.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sumbar, Jasmarizal mengatakan, berdasarkan laporan warga yang masuk ke Posko PMI Sumbar hingga rabu malam pukul 21.37 WIB, banjir telah melanda 11 wilayah di Kota Padang.
Menanggapi situasi tersebut, Tim Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI Sumbar dikerahkan untuk mengevakuasi warga, Kamis (19/6).
Kepala Markas PMI Sumbar, Hidayatul Irwan selaku pimpinan operasi melaporkan, operasi tanggap darurat banjir ini mengutus 25 personil yang merupakan satuan siaga bencana PMI Sumbar dan relawan PMI Kota Padang. Tim menggunakan 3 unit kendaraan medan, 1 unit ambulans dan 3 unit perahu karet.
“Personil kami sebar di beberapa titik lokasi. Ada yang di daerah RSUD Padang, Sungai Lareh, Griya, Dadok Tunggul Hitam dan Simpang Kalumpang,” ungkap Hidayat.
Selain PMI, beberapa relawan dari SAR Padang dan potensi SAR juga ikut membantu jalannya evakuasi ini.
Hidayat menambahkan, proses evakuasi hingga pagi ini masih berlangsung. Di daerah Simpang Kalumpang, Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah, genangan air sudah mencapai tinggi badan orang dewasa. Beberapa warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Evakuasi dilanjutkan menuju Kampus Universitas Perintis Indonesia. Berdasarkan laporan warga, masih ada 4 orang warga yang diduga mahasiswa terkepung di kawasan tersebut. Tingginya air membuat akses jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga evakuasi harus dilakukan menggunakan perahu karet.
Sementara itu, banjir setinggi 1,5 meter juga merendam rumah warga di Jalan DPR, Dadok Tunggul Hitam. Hingga berita ini turun sebanyak 51 jiwa, di antaraya 16 balita, 7 orang remaja, 11 orang laki-laki dewasa, 14 orang wanita dan 3 lansia telah berhasil dievakuasi oleh tim TDB PMI menggunakan perahu karet. Warga di evakuasi ke sebuah musala.
PMI bersama BPBD, SAR Padang, TRC Semen Padang dan potensi SAR lainnya yang sudah berada di lokasi banjir akan terus siaga sampai situasi aman.
“Kami akan standby di sini untuk melihat situasi dan kondisi. Jika ada permintaan untuk evakuasi kami akan bantu,” tutup Hidayat.(clo)

Tinggalkan Balasan