296 Atlet Popnas Sumbar Dilepas, Sebagian Besar Berangkat Mandiri

Kontingen atlet Popnas 2023 dilepas ke Sumatera Selatan, 20 Agustus 2023.

Padang, Scientia – Sebanyak 296 atlet, official, dan pelatih Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke XVI di Sumatera Selatan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi atlet yang berjuang semaksimal mungkin untuk meraih prestasu pada Popnas pada 25 Agustus 2023 ini. Terlebih Popnas sebelumnya, atlet Sumbar menduduki peringkat 10 besar.

“Kami harapkan atlet menjaga kesehatan agar bisa bertanding dengan maksimal,” kata Mahyeldi saat melepas secara resmi atlet dan pelatih Popnas, pada Minggu (20/8) di Istana Gubernur Sumbar.

Selain menaruh harapan yang lebih baik, Mahyeldi juga menyampaikan Pemprov Sumbar selalu mendukung dan berdoa agar seluruh atlet bisa meraih prestasi diajang Popnas 2023 ini.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga  Sumbar, Maifrizon menjelaskan, Bapopsi Pusat telah menetapkan sebanyak 22 cabang olahraga (cabor) yang bakal dipertandingkan pada Popnas 2023 ini.

“Sumbar hanya lolos untuk 20 cabor, tapi karena pemprov keterbatasan dana maka hanya 19 cabor yang bisa diikuti,” sebut Maifrizon.

Adapun cabor yang diikuti kontingen Sumbar, yakni angkat besi, atletik, balap sepeda, dayung, judo, karate, kempo, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak takraw, taekwondo, tinju, wushu, sepakbola dan bulu tangkis.

“Kami optimis pelajar kita yang bertanding pada Popnas ke XVI di Sumsel mampu meraih prestasi. Mari kita dukung dan doakan secara bersama-sama,” ajaknya.

Kendati begitu, dari 19 cabor itu, dua di antaranya, yakni sepakbola dan bulu tangkis berangkat secara mandiri atau tidak dibiayai APBD. “Cabor tersebut yakni sepakbola dan bulu tangkis,” terang Maifrizon didampingi Sekretaris Dispora, Alfiandri.

Dari 296 orang yang diberangkatkan, yakni terdiri dari atlet dan pelatih sebanyak 276 orang. Namun hanya 80 orang di antaranya berangkat dengan dana APBD, dan 196 orang berangkat secara mandiri.

“Anggaran kita yang terbatas, namun keinginan dan harapan pelajar sangat besar, bersama orangtuanya, maka mereka akhirnya mengikuti Popnas. Jadi anak-anak komitmennya tinggi, semangatnya mesti diapresiasi,” pungkasnya.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *