Agam, Scientia.id – Banjir bandang lahar dingin yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian dan perkebunan.
Kepala Dinas Pertanian Agam Arif Restu mengatakan lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang di daerahnya mencapai 323,65 hektare.
“303,85 hektare areal tanaman pangan dan 19,8 hektare areal holtikultura,” rincinya, Sabtu (18/5/04).
Ia menjelaskan, akibatnya, butuh waktu lama untuk pemulihan areal pertanian yang tertimbun material lumpur dan bebatuan.
Jumlah ini katanya lagi berada di 10 kecamatan. Pihaknya merinci, areal pertanian yang rusak di Kecamatan Canduang mecapai 28,5 hektare, Ampek Angkek 97 hektare.
Sementara Sungaipua 26 hektare areal tanaman pangan dan 14 hektare arel holtikultura. Kecamatan Baso sebanyak 23 hektare, Banuhampu 15,75 hektare areal tanaman pangan dan 4,75 areal holtikultura.
Kemudian di IV Koto sebanyak 5,35 hektare areal tanaman pangan dan 0,85 hektare areal holtikultura. Kamang Magek sebanyak 75 hektare, Tilatang Kamang 1,75 hektare, Palupuh 31 hektare.
Terakhir di Malalak areal tanaman pangan yang terdampak sebanyak 0,5 hektare dan 0,20 hektare areal holtikultura.
Baca Juga: Hari Keenam Pasca Banjir Bandang: Tim Gabungan Terus Cari Korban yang Belum Ditemukan
Arief menyebut, jumlah tersebut menimbulkan kerugian masyarakat sebesar Rp17,5 milyar lebih. Kerugian ini telah dilaporkan untuk dikaji langkah rehabilitasi.
“Karena material lumpur menyapu areal ini sehingga sehingga lahan tidak bisa dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu dekat,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan