400 Prajurit TNI Yonif 133/Yudha Sakti Dilepas ke Pamtas RI-Papua Nugini

Sebanyak 400 prajurit TNI Yonif 133/Yudha Sakti dilepas ke Pamtas R-Papua Nugini, Rabu (16/3).

Padang, Scientia – Sebanyak 400 prajurit TNI Yonif 133/Yudha Sakti Sumatera Barat diberangkatkan untuk bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini selama setahun ke depan.

Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl mengatakan, 400 ratus prajurit terbaik ini lengkap sesuai personel, materi, tingkat latihan, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi serta siap melaksanakan tugas operasi.

“Kita memberangkatkan salah satu Batalyon kebanggaan Sumbar untuk satuan tugas pengamanan perbatasan di wilayah RI dengan Papua Nugini,” kata Rayen di Padang, Rabu (15/3).

Dia menyebutkan, 400 personel prajurit TNI ini akan ditugaskan di 16 perbatasan untuk pengamanan wilayah territorial dan zona tempur. Dia berharap ratusan prajurit ini sukses dalam tugas, dan kembali dengan selamat.

Pati Bintang Satu itu juga berpesan, agar personel yang ditinggalkan untuk menjaga satuannya tanpa membuat pelanggaran. Upaya ini agar personel yang melaksanakan tugas tetap fokus dan tidak terganggu.

“Mudah-mudahan Satgas Yonif 133/Yudha Sakti ini sukses dan berhasil dalam tugas, sehingga nanti kembali dapat diprioritaskan berangkat Satgas luar negeri,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyampaikan agar 400 personel prajurit TNI ini mendapat misi mulia demi keamanan menjaga perbatasan NKRI di wilayah Papua Nugini.

Menurutnya, pengamanan perbatasan ini merupakan dedikasi dan pengabdian prajurit TNI Yonif 133/Yudha Sakti untuk NKRI. Tujuannya untuk menjaga teritorial demi keutuhan dan kedaulatan bangsa.

“Semoga tanggung jawab besar ini dapat dilaksanakan dengan ketulusan, keikhlasan dan dedikasi yang tinggi. Insyaallah tugas yang diemban ini jadi amal ibadah,” ucap Mahyeldi mengapresiasi.

Gubernur Sumbar itu juga berpesan, agar setiap prajurit memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta menjaga nama baik TNI. Lalu masyarakat Sumbar juga turut mendoakan untuk kesuksesan Satgas Pamtas Yonif 133/Yudha Sakti ini.

Sementara Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto menambahkan, agar prajurit TNI melakukan kesalahan di derah operasi, termasuk dilarang melarikan diri dari Satgas Pamtas yang diamanahkan.

Dia menekankan agar personel TNI ini bisa saling berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak keamanan lainnya di wilayah operasi, salah satunya pihak kepolisian. Apalagi tujuannya sama-sama menjaga kedaulatan NKRI.

“TNI-Polri harus saling kolaborasi, untuk menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan,” pesan Wakapolda Sumbar itu.

Usai upacara, 400 personel TNI itu dilepas gubernur Sumbar, Danrem 032/Wirabraja, dan Wakapolda Sumbar. Ratusan prajurit itu direncanakan akan berangkat Jumat, 17 Maret 2023 menuju pelabuhan Dumai.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *