KPU Sumbar Gelar Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan Pilkada Serentak 2020

Padang, Scientia- KPU Provinsi Sumbar gelar sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020, di salah satu hotel di Kota Padang, Senin (21/9).

Sosialisasi ini menghadirkan semua stakeholder terkait diantaranya, Bawaslu, Pemprov, TNI, Polri, pasangan calon, partai politik, wartawan dan juga lembaga negara lainnya, sehingga bisa disampaikan pada publik atau organisasi.

Kabag Hukum,Teknis, dan Hupmas KPU Sumbar, Aan Wuryanto menyampaikan, pihaknya berterimakasih pada semua peserta yang sudah respon terhadap undangan sosialisasi tersebut. “Ini demi untuk kepentingan bersama, dalam penyelenggaran pesta demokrasi,” ujar Aan.

Sementara itu, Ketua KPU Sumbar, Amnasmen yang diwakili Kordinator Divisi Parmas, Gebril Daulai didampingi Izwaryani, Yanuk Sri Mulyani dan Sekretaris KPU, Firman mengatakan, sosialisasi ini adalah sebuah kewajiban bagi KPU agar dalam penyelenggaraan Pilkada tidak melanggar aturan. Terutama peraturan KPU nomor 6/2020 junto Peraturan KPU nomor 10/2020. Dimana dengan tegas disebutkan, semua tahapan harus mengikuti protok kesehatan Covid-19.

“Kita berharap semua pihak dapat menyebarkan dan menerapkan informasi ini, sehingga penyelenggaraan pilkada serentak, baik Pilgub, Pilbup, maupun Pilwako dapat berjalan baik, terhindar dari penularan Covid-19, dan pandemi dapat segera diputus mata rantai penyebarannya,” ulas Gebril.

Ditambahkan Gebril, menurut BPS indeks Sumbar meningkat, termasuk juga mengenai demokrasi di Sumatera Barat, yang merupakan perlu dipertahankan dan diupayakan untuk ditingkatkan.

Sementara itu, mewakili ketua Bawaslu, Sumbar Fivner mengatakan, sosialisasi ini harus dilakukan KPU khususnya, dan berbagai lembaga pada umumnya, sehingga pelaksanaan tahapan Pilkada berjalan sesuai aturan dan mengikuti protokol kesehatan.

“Sosialisasi ini harus dilakukan secara masif, agar dalam penyelenggaraan pilkada tidak berdampak terhadap penyebaran virus Corona dan pemilih serta penelyelenggaran tidak merasa takut untuk ke TPS,” ulas Fivner. (pzv)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *