KI Sumbar Lakukan Penilaian Keterbukaan Informasi Publik

Tim KI Sumbar saat melakukan visitasi penilaian kerterbukaan informasi publik di Dharmasraya. Senin, (10/10). (Foto : pzv)

Dharmasraya, Scientia– Komisi Informasi (KI) Sumbar, kembali melakukan visitasi penilaian keterbukaan informasi di Nagari Sungai Rumbai dan Sungai Duo, Dharmasraya. Mereka melakukan uji faktual dokumen dan menggali 5K (Komitmen, Koordinasi, Kolaborasi, Komunikasi dan Konsistensi) badan publik yang dikunjungi. Senin, (12/10)

“Kita melakukan penilaian tahap tiga dalam rangka Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020,” ujar Komisiomer KI, Arif Yumardi di Kantor Pemerintahan Nagari Sungai Rumbai.

Disampaikan Arif, Badan publik Nagari Sungai Duo dan Sungai Rumbai termasuk langganan nominasi Monev KI Sumbar menuju Anugerah Keterbukaan Informasi Publik.

“Kita berharap ada semangat untuk meriah brevet badan publik Informatif,” sampai Arif.

Wali Nagari Sungai Duo Ali Imran pada paparannya mengaku sangat tersanjung masuk nominasi penilaian KI Sumbar lagi.

“Terus terang masih banyak yang harus diperbaiki, walau Nagari Sungai Duo menjadi Nagari Statistik percontohan di Indonesia. Kami akan terus berbenah untuk penguatan keterbukaan informasi,” ujar Ali Imran.

Sementara, saat menggali 5K di Nagari Sungai Rumbai, tim visitasi KI mendapatkan pemaparan yang cukup dari Sekretaris Pemerintahan Nagari Sungai Rumbai, Randi Febrianto. Bahkan nagari ini mampu memberikan akses lewat online kepada masyarakat nagarinya.

“Kami terus belajar dan siap bersaing dengan nagari lain di Sumbar dalam penilaian keterbukaan informasi publik dari Komisi Indormasi Sumbar,”ujar Randi.

Selain itu, Adrian Tuswandi berharap meskipun Sungai Rumbai terdepan dalam pengelolaan informasi publik, mampu menjadi teras keterbukaan informasi publik.

“Bisa di batas provinsi, Nagari menggelorakan bahwa Sungai Rumbai adalah teras keterbukaan informasi publik Sumbar bagian timur. Kemudian mengelola informasi publik berdasarkan Perki 1 tahun 2018 tentang Stadat Layanan Informasi Desa,”ujar Adrian. (rls/pzv)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *