
Agam, Scientia – Senin (23/11). Nagari Pasie Laweh, Agam, selalu libatkan ninik mamak dalam setiap aktivitas pemerintah nagari. Setidaknya, 100 ninik mamak berkontribusi membangun keterbukaan informasi nagari tersebut.
Ketua KAN, Eri Dt Perpatih Nan Sabatang mengatakan tidak sulit mewujudkan transparansi di nagari. Setiap kegiatan pemerintahan nagari berbasiskan kaum.
“Dengan baiyo batido dengan ninik mamak di kaum yang ada di Pasie Laweh ini,” ujar Eri.
Tim Penilai Komptensi dan Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar lakukan penilaian kompetensi dan transparansi dana desa di Pasie Laweh. Banyak yang dilakukan di nagari ini termasuk mengelola nagari berbasiskan ninik mamak kaum.
Wakil Ketua KI Sumbar yang masuk TPKTDD Sumbar 2020, Adrian Tuswandi mengakui ada semangat keterbukaan informasi publik di nagari itu. Ia melihat pajangan dana, program, ruang pusat data dan informasi. Keterbukaan informasi itu sudah terlihat dari performance kantor wali nagari ini.
“Pendistribusian bantuan ke masyarakat terdampak Covid-19 juga terbuka sekali. Selalu dimusyawarahkan dengan ninik mamak. Karena yang tahu anak kemenakan berhak menerima bantuan itu pastilah ninik mamak kaum masing-masing,” ujar Dt Perpatih Nan Sabatang.
Bahkan, dalam penanggulangan Covid-19 setiap kaum memiliki rumah isolasi sendiri. Pemerintah nagari hanya memastikan dan mengawasi serta memberikan supor terhadap masyarakat yang isolasi karena Covid-19.
Tim penilai, Gusfen Khairul mengatakan nagari ini mampu memanfaatkan media sosial hal positif yang mampu memviralkan 20 destinasi wisata di nagari ini.
“Ada pendekatan kultural dan sarat nilai kearifan lokal. Meski ada aplikasi teknologi informasi, tapi di Pasie Laweh bisa memadukannya sehingga roh transparansi di sini kuat dengan partisipatif warganya,”ujar Gusfen Khairul.(pzv/rls)

Tinggalkan Balasan