VERIFIKASI FAKTUAL

Ketua KP2V Dewan Pers Apresiasi Scientia, Djauhar: Lebih Baik Produktivitas Rendah Ketimbang Nyober

VERIFIKASI FAKTUAL
Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Vertifikasi (KP2V) Dewan Pers, Ahmad Djauhar memeriksa sekaligus melakukan wawancara dengan manajemen scientia.id saat proses verifikasi faktual media massa di Sumbar, Selasa (24/11/2020) pagi. (dayat)

Padang, Scientia – Tim Verifikasi Faktual Dewan Pers, Ahmad Djauhar mengapresiasi media siber scientia.id yang berani memilih fokus pemberitaan di bidang pendidikan. Menurutnya, praktisi media baik nasional maupun lokal, harus berani mengambil segmen pemberitaan yang spesifik.

“Saya salut dengan rekan-rekan di scientia.id. Berani mengambil segmen spesifik, tidak ikut arus pemberitaan secara umum,” ungkap Ahmad Djauhar saat melakukan verifikasi faktual media siber scientia yang beralamat di https://scientia.id, Selasa (24/11/2020) pagi.

Ahmad Djauhar yang juga Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Vertifikasi (KP2V) Dewan Pers, datang bersama dua orang staf ke kantor redaksi scientia di Griya Elok Residence Blok P/20, Kelurahan Batuang Taba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Rombongan disambut manajemen PT Scientia Insan Cita Indonesia yang jadi badan hukum scientia.id seperti Rudi Antono (General Manager/Pemimpin Umum), Zondra Volta (pemimpin perusahaan), Al Imran (pemimpin redaksi), Amalia Aris Saraswati (Sekretaris Redaksi) beserta sejumlah wartawan lainnya.

Di kesempatan itu, Ahmad Djauhar mengkritisi produksi berita yang masih rendah, jika dibandingkan dengan jumlah wartawan scientia yang mencapai angka 20 orang.

Atas kritik ini, Al Imran menjelaskan, rendahnya produktivitas berita yang diproduksi, selain reporternya terbilang baru terjun di dunia jurnalistik, juga tak lepas dari segmen pendidikan yang jadi spesifik scientia.

“Bingkai utama kita itu segmen pendidikan yang kemudian dikaitkan dengan politik anggaran, olah raga, literasi dan lainnya. Kita pelan-pelan melatih rekan-rekan wartawan untuk terbiasa dengan frame pendidikan yang jadi pilihan ini. Kita terus berproses, agar wartawan kita bisa fokus di ranah yang jadi pilihan pemberitaan scientia,” ungkap Al Imran.

Untuk meningkatkan kemampuan wartawan, tambah Rudi Antono, sebelum pandemi Covid19, scientia telah melakukan pelatihan internal (inhouse training) bagi seluruh reporter yang ada di Sumbar. Di masa pandemi Covid19, juga telah dilakukan dua kali pelatihan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, yang diikuti wartawan scientia se-Indonesia.

“Selain melatih wartawan internal, scientia juga melakukan pelatihan jurnalistik dan menulis kreatif bagi siswa setingkat SMA/sederajat di Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman dan Pesisir Selatan pada 2019 lalu,” ungkap Rudi Antono.

“Juga melakukan festival akustik bertemakan pemilihan serentak 2020 di Sumbar serta lomba baca dan musikalisasi puisi dalam rangka Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda pada Oktober 2020. Kedua jenis lomba ini digelar secara daring (online),” tambah Rudi.

Mendengar penjelasan itu, Ahmad Djauhar langsung mengapresiasi sembari meminta foto-foto kegiatan yang telah dilaksanakan itu. “Teruskan. Saya suka dengan pilihan anda yang spesifik ini,” ungkap dia sembari mengacungkan jempol.

“Saya ada memverifikasi, wartawannya hanya beberapa orang, namun mampu memproduksi puluhan berita setiap hari. Saya melihat itu tak wajar,” terang dia.

“Itu nyober, namanya. Nyolong berita. Mencomot-comot berita dari berbagai situs lalu menambah-nambahkannya kemudian menurunkannya di media sendiri. Jangan lakukan yang begitu. Tak apa produktivitas rendah di awal-awal ini, asalkan itu murni karya wartawan anda,” tegas Ahmad Djauhar mengapresiasi media scientia yang bertagline Menjaga Sendi Peradaban itu.

Setelah mengonfirmasi aneka dokumen yang diperlukan untuk verifikasi faktual mulai dari akta perusahaan dengan badan hukum perseroan terbatas (PT), berbagai perizinan, peraturan internal perusahaan, lembaga ombudsman, kode etik karyawan, SOP perlindungan wartawan hingga gaji ke-13, proses verifikasi faktual ini diakhiri dengan serah terima dokumen hasil pemeriksaan.

“Jangan lupa memperbaharui dokumen di website dewan pers. Karena, ada sejumlah perubahan juga yang kita lakukan di tampilan website dewan pers itu,” ungkap pria yang gemar berpeci moris itu.

Proses verifikasi ini dilangsungkan dengan standar kesehatan Covid19 seperti menjaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan dengan hand sanitezer. (imr)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *