
Padang, Scientia – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti terima audiensi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Cinta Indonesia (Gercin) dan sejumlah tokoh adat. Ia mengungkapkan ingin fokus membahas isu kesejahteraan di Papua. Bukan isu keamanan dan ketertiban, Sabtu (28/11).
“Menyangkut Papua, saya pribadi ingin fokus bicara kesejahteraan dan hambatan pembangunan. Saya tidak ingin bicara soal keamanan dan ketertiban. Karena itu, saya akan ke sana dengan mengajak unsur kementerian di sektor Kesra, bukan di sektor Polhukam,” tandas LaNyalla.
Daniel Womsiwor, akademisi Universitas Negeri Cendrawasih mengatakan potensi mahasiswa baru yang memasuki perguruan tinggi negeri mencapai 14.000 calon mahasiswa. Sementara Universitas Negeri Cendrawasih hanya punya daya tampung 4.000 mahasiswa setiap tahun ajaran.
“Sehingga sudah saatnya ada satu lagi perguruan tinggi negeri di Papua,” tambah Daniel.
Sementara itu, tokoh adat Pieter Dantru mengadukan program lumbung pangan nasional di Papua, yang justru beras hasil panen tidak terserap. Sampai hari ini beras hasil panen masih berada di petani.
Tokoh pemuda Papua, Simon Petrus Balagaize juga mengadukan banyaknya praktek kinerja pemerintahan daerah yang tidak menjalankan apa yang sudah diputuskan bersama oleh pemerintah pusat.
“Contohnya, Presiden sudah sampaikan untuk dilaksanakan, tapi di daerah juga tidak terlaksana. Ini membuat kami prihatin,” ungkap Simon, yang juga aktif di KNPI.
Menanggapi hal itu, LaNyalla berjanji akan menyampaikan hasil audiensi kepada Presiden Joko Widodo dalam kesempatan forum konsultasi antara Pimpinan DPD dengan Presiden secara periodik.
“Nanti kalau saya ke Papua, saya akan ajak unsur kementerian terkait dengan kesra, bukan dari unsur polhukam. Karena yang dibutuhkan Papua sebenarnya adalah kesejahteraan yang konkret dan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar LaNyalla.

Tinggalkan Balasan