Doa Lintas Agama Padang untuk Sigi

Doa Lintas Agama Padang untuk Sigi
Penyalaan lilin sebagai simbol harapan bagi kedamaian Indonesia.

Padang, Scientia – Rabu (2/12). Pemuda Lintas Agama (Pelita) bersama organisasi pemuda keagamaan doa bersama untuk korban tragedi di Sigi, Sulawesi Tengah. Ini merupakan gerakan kolektif yang diinisasi bersama.

Acara di kawasan Gor Prayoga melibatkan 30 pemuda dari berbagai agama. Seperti Budha, Hindu, Islam dan Kristen hadir menyampaikan duka cita sebagai saudara sebangsa Indonesia.

Acara itu diwarnai dengan puisi tentang agama yang menghendaki kedamaian. Pernyataan sikap gabungan pemuda dari berbagai agama atas kejadian yang menimpa saudara di Sigi diwakili oleh Ketua Pelita Padang, Ricky Alviano.

Ricky mengatakan ini sebuah bentuk solidaritas dan empati untuk korban. Meskipun terkesan mendadak, tetapi acara ini sukses menghadirkan pemuda dari 12 lembaga keagamaan di Kota Padang. Harapannya pemuda tanggap dalam merespon situasi di sekitarnya. Pemuda Kota Padang harus peka terhadap permasalahan keberagaman dan toleransi.

“Jadi, penting menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Bahkan di sini tidak hanya hidup dengan 1 agama saja. Maka perlu menjaga keharmonisan dalam hidup berdampingan dengan berbagai suku, etnis dan agama,” kata Ricky kepada Scientia.

Ketua Pemuda Katolik Padang, San C. Siregar memimpin doa untuk ketenangan arwah korban dan ketabahan keluarga yang ditinggalkan. Hadirin berdoa dengan khusyuk menurut kepercayaannya masing-masing.

Terakhir ditutup dengan penyalaan lilin sebagai simbol harapan. Semua memanjatkan harapan kedamaian terus dijalin di Indonesia. Serta kejadian serupa tidak terulang lagi di mana pun.

Salah satu panitia sekaligus perwakilan Duta Damai Sumbar, Angelique Maria Cuaca mengatakan acara tetap mematuhi protokol kesehatan bagi setiap yang hadir. Meskipun diselenggarakan di tengah pandemi yang riskan terjadi penularan Covid-19.

“Sebelum acara kita wajibkan cek suhu dengan thermo gun, memakai masker dan tetap menjaga jarak. Dalam acara juga meminimalkan jabat tangan,” kata Agelique.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *