Retisalya
Lisanku tidak pernah berhenti mengucapkan namamu
Pikiranku tidak pernah hilang dalam memikirkanmu
Kalbu ini semakin terdayuh
Melihat dirimu semakin menjauh
Kamu dan aku,
Sudah berakhir menjadi dua insan yang tidak saling mengenal lagi
Namun, aku tetap bersyukur karena kita sempat dipertemukan
Setidaknya aku pernah menjadi seseorang yang paling cemas
Sebelum menjadi seseorang yang paling ikhlas
Pekanbaru, 2020
Berserah Kepadamu
Pernah diberi sayap untuk terbang, lalu dipatahkan
Pernah diistimewakan, lalu ditinggalkan
Mencintai seseorang itu terkadang tidaklah mudah
Setelah bersusah payah ada saatnya mesti sadar
Kapan saatnya untuk menyerah
Ya Allah,
Ketika engkau letakkan hatiku
Aku mohon jangan letakkan pada hati yang salah
Karena aku lelah dengan mereka yang datang lalu pergi
Pekanbaru, 2020
Masa Kini Masa Lalu
Kini, masjid tidak seindah dulu
Anak-anak sudah jarang;
Yang memeluk buku iqro’, memakai peci hitam
menggantungkan sarung di lehernya
Dulu, mereka berlomba-lomba siapa yang cepat khatam Alquran
Sekarang, mereka berlomba-lomba siapa yang cepat naik level permainan
Pekanbaru, 2020
Sia-Sia
Sempat aku membayangkan, bagaimana kelak dirimu datang
Apakah kamu seperti ombak yang ada di lautan
Datang dengan spontan tanpa ada perencanaan
Kuharap engkau seperti ombak itu,
Yang mau menerimaku dan tetap bertahan
Walau aku sadar aku tidaklah sempurna
Tapi ketahuilah, aku tidak seperti dia
Datang ketika membutuhkan,
Lalu pergi seolah mencampakkan
Awalnya aku percaya dia yang pantas
Justru dia pergi tanpa batas
Ternyata yang menurutku pantas
Tidaklah selaras
Pekanbaru, 2020
Embun Kesedihan
Pagi tidak pernah sedih ketika embun meninggalkannya
Pagi sedih ketika matahari tidak mau bersinar lagi
Seseorang yang singgah sebentar tidak akan seistimewa
Dengan yang menetap selamanya
Pekanbaru, 2020
Sajadah Cinta
Aku yang telah memberikanmu sajadah
Justru orang lain yang kamu pilih jadi imamnya
Memang kita dalam satu lingkaran doa yang sama,
Tapi tujuannya yang berbeda
Pekanbaru, 2020
Biodata Penulis:
Alex Gunawan lahir pada tanggal 24 Agustus di Tapung, Riau. Ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim Riau. Yang ingin mengenal bisa di instagram @alex.gunawann atau akun nama penanya @suara,angkasa dan alamat email mr.alexgunawan@gmail.com. “Hidup ini tidak perlu banyak permintaannya, cukup menjadi bermanfaat bagi orang lain itu merupakan impian hidup semua orang”.

Tinggalkan Balasan