Puisi-puisi Alex Gunawan

Retisalya

Lisanku tidak pernah berhenti mengucapkan namamu
Pikiranku tidak pernah hilang dalam memikirkanmu
Kalbu ini semakin terdayuh
Melihat dirimu semakin menjauh

Kamu dan aku,
Sudah berakhir menjadi dua insan yang tidak saling mengenal lagi
Namun, aku tetap bersyukur karena kita sempat dipertemukan

Setidaknya aku pernah menjadi seseorang yang paling cemas
Sebelum menjadi seseorang yang paling ikhlas

Pekanbaru, 2020 

 

Berserah Kepadamu

Pernah diberi sayap untuk terbang, lalu dipatahkan
Pernah diistimewakan, lalu ditinggalkan

Mencintai seseorang itu terkadang tidaklah mudah
Setelah bersusah payah ada saatnya mesti sadar
Kapan saatnya untuk menyerah

Ya Allah,
Ketika engkau letakkan hatiku
Aku mohon jangan letakkan pada hati yang salah
Karena aku lelah dengan mereka yang datang lalu pergi

Pekanbaru, 2020

 

Masa Kini Masa Lalu

Kini, masjid tidak seindah dulu
Anak-anak sudah jarang;
Yang memeluk buku iqro’, memakai peci hitam
menggantungkan sarung di lehernya

Dulu, mereka berlomba-lomba siapa yang cepat khatam Alquran
Sekarang, mereka berlomba-lomba siapa yang cepat naik level permainan

Pekanbaru, 2020

 

Sia-Sia

Sempat aku membayangkan, bagaimana kelak dirimu datang
Apakah kamu seperti ombak yang ada di lautan
Datang dengan spontan tanpa ada perencanaan

Kuharap engkau seperti ombak itu,
Yang mau menerimaku dan tetap bertahan
Walau aku sadar aku tidaklah sempurna
Tapi ketahuilah, aku tidak seperti dia
Datang ketika membutuhkan,
Lalu pergi seolah mencampakkan

Awalnya aku percaya dia yang pantas
Justru dia pergi tanpa batas
Ternyata yang menurutku pantas
Tidaklah selaras

Pekanbaru, 2020

 

Embun Kesedihan

Pagi tidak pernah sedih ketika embun meninggalkannya
Pagi sedih ketika matahari tidak mau bersinar lagi
Seseorang yang singgah sebentar tidak akan seistimewa
Dengan yang menetap selamanya

Pekanbaru, 2020

 

Sajadah Cinta

Aku yang telah memberikanmu sajadah
Justru orang lain yang kamu pilih jadi imamnya
Memang kita dalam satu lingkaran doa yang sama,
Tapi tujuannya yang berbeda

Pekanbaru, 2020

 

Biodata Penulis:

Alex Gunawan lahir pada tanggal 24 Agustus di Tapung, Riau. Ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim Riau. Yang ingin mengenal bisa di instagram @alex.gunawann atau akun nama penanya @suara,angkasa dan alamat email mr.alexgunawan@gmail.com. “Hidup ini tidak perlu banyak permintaannya, cukup menjadi bermanfaat bagi orang lain itu merupakan impian hidup semua orang”.

 


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *