
Bukittinggi, Scientia- Satu hari menjelang pecoblosan Pilkada serentak Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat melakukan monitoring ke sejumlah daerah, salah satunya ke Kota Bukittinggi, Selasa (8/12).
Tim monitoring ini diketuai oleh Divisi Teknis penyelenggaraan pemilu, Gebril Daulay dan didampingi staf dari KPU Sumbar.
Gebril menyampaikan, monitoring dilakukan salah satunya untuk memastikan kesiapan logistik di TPS-TPS. Kedatangan tim KPU Sumbar disambut baik oleh jajaran KPU Bukittinggi. Ketua KPU Bukittinggi bersama komisioner dan staf, mengajak tim monitoring ke beberapa lokasi TPS.
Salah satu yang didatangi adalah MAN 2 Bukittinggi. Di sana terdapat beberapa TPS yang memakai ruangan belajar siswa. Setiap TPS di lokasi ini dipastikan betul kesiapan logistik dan serta penerapan protokol kesehatannya.
Usai dari gedung MAN 2, tim monitoring melanjutkan perjalanan ke TPS lain yang ada di Kelurahan belakang Balok, yakni TPS 2. Dari pantauan scientia, TPS satu ini terlihat berbeda dari yang lainnya, karena terlihat rapi dan indah.
Ketua KPU Bukitttinggi, Heldo Aura menyampaikan, sejauh ini persiapan di TPS-TPS daerah setempat tak ada kendala. Di awal RAB, jelasnya, KPU Bukittinggi mengajukan jumlah TPS sebanyak 200, setiap TPS maksimal pemilihnya 800 orang.
“Tapi ketika ada kesepakatan Menteri Dalam Negeri dengan KPU dan Bawaslu, bahwa pada masa pandemi pemilih itu maksimalnya menjadi 500 orang, TPS kita tambah menjadi 233,” paparnya.
Sehubungan dengan logistik, sambungnya, di KPU Bukittinggi juga sudah tak ada persoalan, seluruhnya telah didistribusikan ke masing-masing TPS.
“Insya Allah besok 9 Desember seluruh perlengkapan logistik ini sudah bisa digunakan,” ujar Heldo.
Disebut Heldo, sebelum masuk ke TPS, nantinya setiap pemilih dicek suhu terlebih dahulu. Kalau ada yang suhunya di atas 37,03 derjat Celcius, akan diarahkan ke bilik khusus. Namun jika memiliki suhu normal, pemilih akan langsung disuruh antri dengan tempat duduk yang diatur berjarak.
“Namun ada sedikit kekhawatiran juga bagi petugas TPS memfasilitasi pemilih yang dikategorikan orang-orang yang isolasi mandiri yang terpapar Covid 19. Petugas kita sepertinya akan kewalahan, karena waktunya hanya dari pukul 12.00 Wib sampai 13.00 Wib, tentu petugas kita harus siap dengan kondisi ini,” tukasnya.
Lebih lanjut, Heldo Aura mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kota Bukittinggi agar bersama-sama menggunakan hak pilih dengan mendatangi TPS. Pemilih jangan khawatir untuk mendatangi TPS, karena KPU mengatur penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. Seluruh petugas difasilitasi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Termasuk juga pemilih yang datang ke TPS, ini diwajibkan memakai masker.
“Kalau tidak memakai masker, petugas akan membantu memfasilitasi. Mari gunakan hak pilih jangan golput,” tukasnya.
Menanggapi ini, Gebril mengatakan, KPU Bukittinggi harus mensiasati masyarakat yang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi di rumah untuk tetap bisa menggunakan hak suaranya pada Pilkada serantak 2020. Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali pada Pilkada serentak lanjutan dalam kondisi bencana non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Gebril juga menerangkan tentang prosedur memilih bagi pasien Covid-19 yang isolasi di rumah. Menurut dia, nantinya pemilih bersangkutan akan didatangi oleh petugas Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 2 orang dari TPS terdekat, dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan baju hazmat. Dengan demikian meski tengah isolasi mandiri pasien Covid-19 ini tetap bisa menyalurkan hak suaranya. (s/pzv)

Tinggalkan Balasan