Puisi-puisi Kurnia Badyu Ilahi

Cerita Akhir Tahun

Di tahun ini,
Adalah masa semua orang
Menemukan definisi jarak dan rindu yang sebenarnya
Aku merasa ada banyak hal yang menarik
Juga menghardik:
Cinta, rindu, sembilu,
Menyatu dalam etape waktu

Dua ribu dulu akan lekas berganti gaun
Bukankah di tahun ini,
Kita semua adalah luka yang dipestakan berkali-kali?
Atau kegagalan yang dirayakan barang sebingkis tanah,
Menahan tubuh yang sungguh rengsa
Hidup adalah perihal siklus alam
Dan sebaik baik kita adalah petualang
Pemenang bagi yang kuat dalam tekanan dan bertahan

Desember menjadi garis akhir
Tentang perjuangan hidup yang hakiki
Hendak meninggalkan tahun berganti
Dan kita harus siap, menyambut hari esok yang lebih baik

Padang, Desember 2020

 

Resolusi 2021

Lagu mengalun dan cahaya sore menerangi langit
Kulihat cakrawala memanggil mentari dan gelap pun mulai menggantinya
Ternyata 2021 sebentar lagi
Jika kemarin tak berakhir seperti yang kamu inginkan,
Maka ingatlah:
Jika Tuhan ingin kemarinmu sempurna, dia tak perlu ciptakan hari ini

Tenang kawan, tak perlu memaksa:
Apa bisa naik level ke tahap selanjutnya?
Merusak keindahan untuk kesempurnaan
Tak masalah apakah milikmu menjadi baru atau lama
Apa pun itu,
Asal kita kembali kepada diri sendiri
Itulah yang terbaik

Padang, Desember 2020

 

Kabut Jahanam

Ini negeri kami!
Jangan diderma asap lagi
Jangan usir udara dari paru paru kami
Cukup sudah tabur banyak racun
Jadikan sesak ditubuh kami menahun
Cukup sudah debu gusur langit biru
Menyihir gerimis tenteram
Menjelma muram hujan asam
Kami butuh udara
Cukup sudah, nyawa republik dihargai murah
Membakar banyak rimba
Merelakan paru-parunya diranjau kabut asap jahanam

Cukup sudah membentak langit,
Mendera udara, menyemai kabut hutan
Dan membuat paru-paru rusak kerontang
Cukup sudah jelaga menggusur cahaya,
Butakan mata dan memanggang indera
Ini tanah tempat kami beranak cucu
Jangan lagi dihadiahi debu
Setelah pengisapan sumber daya usai
Bumi gersang tak dapat ditanam
Maaf Nak, laramu tak akan pernah sampai ke kuping orang pucuk
Air matamu tak pernah membasahi wajah mereka
Dipandang hama oleh orang-orang yang perutnya diisi oleh minyak sawit

Padang, Desember 2020

 

Doa Ibu

Doa ibu purnama,
Obat mujarab masalah dunia
Air mata menjelma hujan di musim lara
Di tanah rantau doa ibu purnama
Ibarat malam yang dipenuhi cahaya
Langit penuh, tak bersisa
Tak ada cela atau kehampaan
Langit rindang akan doanya
Aku teduh dibawahnya
Matahari tak mampu menembusnya
Apalagi sang rembulan
Begitupun bintang
Hanya sang esa yang mampu menjawabnya

Ibu adalah laut
Menyimpan segala denyut, tangis dan harapan
Ibu adalah laut
Tak pernah surut, pada angin badai
Ibu adalah laut
Sedang aku perahu, Berlayar dengan doanya.

Padang, Desember 2020

 

Hari

Hari itu kau menjelma menjadi rasa
Dan membuatku lumpuh tanpa aba-aba
Lalu kau menamparku dengan beberapa penggal kata
Dan meninggalkanku terjerat oleh sebuah rasa 

Hariku yang penuh hura tak lantas menjadikanku bahagia penuh suka cita
Karena tiap siangnya selalu sepi dari sayang
Dan malamnya ku merindu dalam ronda

Hari itu aku memikirkan tentangmu di hari esok,
yang mungkin saja tak terpikirkan olehmu
Aku yang kemarin sangat kau inginkan
Dan aku yang hari ini mati-matian kau singkirkan

Hari ini barangkali adalah hari kematian,
Untuk cintaku padamu yang berujung pilu
Aduhai, akan kukoyak sepi,
Kulipat-lipat jarak hanya untuk menambah bilangan hari membersamai kita

Hariku bergulir begitu saja
Rutinitas hanya membeku di ruang tamu
Keinginan untuk bertemu seperti dulu
Sedangkan new normal masih abu-abu
Dan nahas-nya kau sudah pergi terlebih dahulu.

Padang, Desember 2020

 

Kurnia Badyu Ilahi atau Badyu lahir di Pessel, 26 April 2000 dan menetap di Muara Labuh, Solok Selatan. Mahasiswa Unand ini hobi traveling dan mendaki gunung. Selain itu, Badyu juga hobi menulis karya tulis ilmiah, esai, dan puisi. Badyu bisa dijumpai di Instagram : @Kurnbadyu, Email : badyukurn@gmail.com.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *