
Oleh:Jusniar
(Mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang)
“Sakali aia gadang sakali tapian barubah” (Satu kali air besar maka setelahnya bentuk alam akan berubah). Itulah sebuah pepatah minang yang mengandung makna yang mendalam. Pepatah ini tidak hanya diartikan menurut arti katanya saja, tetapi juga mengandung arti tersirat yang bisa diterjemahkan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Secara sederhana pepatah ini mengandung makna “suatu peristiwa dapat merubah suatu keadaan”. Bila dikaitkan dengan kehidupan manusia, dahulu akan dipandang aneh jika ada orang yang berpikir berkirim surat yang berisi sebuah berita atau pesan melaui udara dan tidak perlu menulis dengan kertas, lalu kirimkan ke kantor pos. Sekarang, terlihat aneh jika masih ada orang yang mengirim suatu berita atau pesan melalui kantor pos karena sekarang orang dapat berkirim berita atau pesan dengan memanfaatkan teknologi, Itulah yang dinamakan sebuah peristiwa dapat merubah suatu keadaan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah corak dan warna kehidupan manusia. Manusia bisa saling berkomunikasi melaui berbagai media sosial berkat kemajuan teknologi. Sesuatu yang dahulu tidak bisa dilakukan oleh manusia sekarang semua bisa dilakukan manusia dengan adanya teknologi. Teknologi telah membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sesuatu yang sulit menjadi mudah. Sesuatu yang membutuhkan waktu lama menjadi beberapa saat saja. Teknologi tidak hanya memudahkan manusia dalam melakukan suatu pekerjaan, tetapi juga memudahkan manusia dalam berkomunikasi dan bersosialisasi serta menunjukkan ekspresi dirinya kepada orang lain.
Munculnya media sosial secara tidak langsung mengakibatkan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran, baik budaya, etika, dan norma yang ada. Bila diasumsikan Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak dan terdiri dari berbagai kultur suku, ras, dan agama yang beraneka ragam. Indonesia memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana memperoleh dan menyampaikan informasi. Berbagai macam pula cara masyarakat dalam memanfaatkan media sosial. Ada yang menggunakan media sosial hanya sebagai iseng-iseng saja. Ada yang menggunakan media sosial sebagai bahan untuk menyebarkan informasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ada yang hanya sebagai hiburan dan pengisi waktu lowong saja. Ada juga yang memanfaatkan media sosial untuk menjalankan aksi jahat mereka. Semuanya tentu tergantung kepada pengguna media sosial itu sendiri karena semua orang bebas mengekspresikan dirinya di media sosial dengan konsekuensinya masing-masing.
Seiring kemajuan teknologi perilaku masyarakat ikut menjadi maju ke arah yang lebih modern, lebih kreatif, dan inovatif. Masyarakat bisa meningkatkan taraf hidup secara ekonomi. Mereka bisa melakukan transaksi jual beli tanpa batas walaupun antara pembeli dan penjual tidak saling mengenal dan bertatap muka. Masyarakat juga bisa menampilkan karya-karya mereka di media sosial sehingga bisa memperluas pasar dan jaringan perekonomian. Jika pada media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, lain halnya dengan media sosial. Para pengguna media sosial bisa menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah sehingga menekan biaya produksi. Meskipun demikian kemajuan teknologi di samping membawa dampak positif, dampak negatifnya juga tidak sedikit. Memang kita akui, ternyata teknologi tidak hanya mengubah pola hidup masyarakat, tetapi sekaligus juga telah merubah perilaku masyarakat. Media sosial telah menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi.
Media sosial tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Penggunanya dapat berkomunikasi kapan pun dan di manapun mereka berada. Dunia seolah-olah tidak ada lagi batasnya. Tidak ada rahasia yang bisa ditutupi. Setiap orang bisa mengetahui aktivitas yang dilakukan orang lain meskipun tidak pernah bertemu dan bertatap muka dengan mereka. Berbagai macam aplikasi dan kemudahan dalam menggunakannya membuat media sosial menjadi sahabat bagi para penggunanya. Mereka menghabiskan waktu sepanjang hari dengan media sosial, bahkan antara satu dengan yang lainnya ketika berada dalam suatu tempat dan ruangan yang sama hanya bertegur sapa sekedarnya saja. Masing-masing sibuk dengan smartphone. Perilaku manusia seperti ini menunjukkan bahwa media sosial mampu merubah perilaku manusia dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Dunia maya seperti media sosial merupakan sebuah revolusi besar yang mampu mengubah perilaku manusia dewasa ini, di mana relasi pertemanan dilakukan melalui medium digital.
Kehadiran media sosial selayaknya memberikan kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mempermudah segala urusan manusia dengan lingkungannya. Ini berarti bahwa idealnya media sosial menjadi jembatan untuk menghubungkan tali persaudaraan dan dan meningkatkan kualitas hidup serta lebih menjamin hak-hak kemanusiaan, tetapi realita dalam kehidupan masyarakat cenderung sebaliknya.
Media sosial telah menimbulkan dampak yang positif dan negatif, tetapi dampak negatifnya justru lebih menonjol dibandingkan dampak positifnya. Dampak positif penggunaan media sosial secara nyata telah membawa pengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik. Semua pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan dengan hasil yang sebaik-baiknya. Pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual sekarang bisa dilakukan secara digital. Dampak negatifnya cenderung menghilangkan nilai-nilai atau norma-norma yang selama ini dihormati dan diamalkan. Media sosial seakan-akan membuat dinding pemisah untuk melakukan interaksi tatap muka karena komunikasi bisa dilakukan melaui media sosial. Dalam lingkungan keluarga, dapat dilihat bahwa antara ayah, ibu dan anak terkadang tidak lagi saling bertegur sapa. Mereka membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan, proses pendidikan. Canda ria dalam keluarga pun sudah jarang terjadi, seperti zaman-zaman dahulu. Masing-masing mereka sibuk dengan handphone mengakses berbagai media sosial yang dimiliki. Yang lebih parah dari itu dalam skop yang lebih besar, media sosial bisa menimbulkan konflik pribadi dan kelompok karena melalui media sosial siapapun bebas mengeluarkan pendapat, opini, ide, gagasan dan yang lain sebagainya. Aksi kejahatan pun marak dilakukan di media sosial, seperti penipuan dalam jual-beli online, prostitusi online, pencemaran nama baik, hujatan, cacian dan kejahatan lainnya yang merugikan orang lain. Akan tetapi, kebebasan yang berlebihan tanpa ada kontrol sering menimbulkan potensi konflik yang akhirnya berujung pada sebuah perpecahan. Media sosial saat ini tidak hanya dipandang sebagai ajang bersosialisasi di dunia maya semata namun sudah berkembang menjadi ajang menuangkan ide-ide dalam pribadi seseorang yang berkaitan dengan banyak aspek serta membagikannya kepada orang lain.
Bila dicermati, fenomena yang terjadi di media sosial membuat kita tercengang. Bagaimana tidak, media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan generasi digital saat ini. Kedahsyatan kekuatan pengaruh media sosial digunakan untuk mempengaruhi opini publik yang menggunakan media sosial tersebut. Banyak berita-berita beredar di media sosial. Yang menjadi masalah adalah ketika media sosial disalahgunakan sebagai ajang propaganda negatif untuk suatu kepentingan tertentu. Satu kata kunci dalam menyikapi masalah ini, yaitu manfaatkan media sosial untuk menyebar kebaikan dan kebenaran.
Tinggalkan Balasan