
Jakarta, Scientia– Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJY 182 disebabkan hilang kontak di Perairan Pulau Seribu, Jakarta Utara. Pesawat tujuan Jakarta-Pontianak tersebut membawa sebanyak 56 orang penumpang dan 12 orang kru pesawat.
“Pesawat Boing 737-500 tersebut, membawa penumpang yang terdiri dari 3 orang bayi, 7 orang anak-anak dan 46 orang dewasa. Sedangkan kru pesawat terdiri dari 2 orang pilot dan 10 orang awak kabin,” ujar Budi saat Konferensi Pers secara virtual di Jakarta. Sabtu Malam (9/1)
Sementara, Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati mengungkapkan kronologi hilangnya Sriwijaya Air SJ182 dalam konferensi pers di Bandara Soetta. Adita menyebut pesawat Sriwijaya Air SJ182 take off pada pukul 14.36 WIB.
“Kemudian pada pukul 14.37 melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach,” sebut Adita.
Selanjutnya, Kemenhub melaporkan target pesawat Sriwijaya Air tidak bergerak ke arah 0,75 derajat, melainkan ke arah Barat Laut. Saat ini ATC diminta untuk melaporkan arah pesawat.
“Namun tidak lama kemudian dalam hitungan detik, pesawat SJ 182 hilang dari radar,” sampai Adita.
Selain itu, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Bambang Suryohadi mengatakan, terkait informasi titik jatuhnya pesawat akan terus dilakukan pencarian dan pendalamannya besok. (YRP)
Tinggalkan Balasan