Marjanis
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang
Padang, Scientia—Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Marjanis pastikan agar seluruh guru dan pegawai madrasah di daerah ini sudah mengikuti protokol kesehatan seperti instruksi Pembelajaran Tatap Muka yang dikeluarkan Pemerintah Kota Padang, Kamis (14/01) usai acara upacara pemberian Piagam Satya Lencana Karya Satya di MTsN 1 Kota Padang. Menurut Marjanis, karena kita berada di wilayah kota Padang, maka kita tetap ikuti kebijakan Kota Padang tentang pembelajaran tatap muka yang mengharuskan seluruh pendidik dan tenaga kependidikannya agar di swap terlebih dahulu.
“Untuk guru dan pegawai madrasah memang diharuskan ikut swap. Kalau tidak mau, maka belum diizinkan untuk ikut pembelajaran tatap muka”, ujar Marjanis.
Menurut Marjanis, Kementerian Agama Kota Padang sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di daerah ini terkait pelaksanaan swap. Jadi pendidik dan dan tenaga pendidik di madrasah bisa berkoordinasi dengan puskesmas di wilayahnya.
“Jangan sampai ada yang mangkir, karena swap juga penting untuk mengetahui kondisi tubuh seseorang”, tambah Marjanis.
Pembelajaran Tatap Muka sudah dilaksanakan lebih dari satu minggu di Kota Padang. Oleh karena itu, kesehatan sangat penting. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai covid-19 dengan mengikuti Swap.
“Masing-masing Kepala Madrasah sudah diingatkan untuk tidak mengizinkan guru atau pegawainya beraktivitas di madrasah jika belum mengikuti Prokes ini”, jelas Marjanis.
Hal yang sama juga ditegaskan, Rifdawati, Kepala MTsN 1 Kota Padang. Menurut Rifda, guru dan pegawai sudah tegaskan bahwa yang tidak mau di swap tidak diizinkan mengajar atau datang terlebih dahulu ke madrasah.
“Bagi yang belum swap diberikan kelonggaran untuk tidak datang ke madrasah, namun tidak juga diizinkan mengisi daftar hadir online”, ungkap Rifda.
Berdasarkan data, dari 75 orang guru dan pegawai MTsN 1 Kota Padang, semuanya sudah mengikuti swap di Puskemas Lubuk Buaya Kota Padang. Swap tersebut diharapkan bisa mendeteksi virus yang ada di tubuh manusia. Dengan diketahuinya kondisi tubuh guru dan pegawai diharapkan tidak ada lagi siswa, orangtua atau pengunjung yang kuatir akan tertular atau terkena penyebaran virus covid-19. Idra
Tinggalkan Balasan