![Tim Penilai Desa Tangguh Nusantara (DTN) Polda Sumbar melakukan penilaian terhadap Desa Tageh Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Jum'at (14/1). [Foto: Ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/01/WhatsApp-Image-2021-01-15-at-16.30.19.jpeg)
“Indikator penilaian, diantaranya meliputi bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, dilihat bagaimana sinergi antara personel TNI-Polri dengan masyarakat. Contohnya adalah dalam pembinaan di pos ronda dan Siskamling. Selain itu, juga tangguh dalam ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keagamaan,” papar Kompol Nuraida, SH., MH, Kasubdit Bhabinkamtibnas Polda Sumbar yang memimpin rombongan.
Desa Tangguh Nusantara atau dikenal dengan istilah ‘Desa Tageh’ untuk kawasan Sumatera Barat merupakan program sinergi TNI-Polri dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membentuk desa/nagari yang berdaya tahan tinggi dalam menghadapi berbagai efek dari pandemi Covid – 19.
Unsur TNI-Polri mendukung dari sisi keamanan dan ketertiban, kemudian untuk sisi ekonomi, sosial dan lainnya berkolaborasi dengan Pemerintah Desa/Nagari dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bersama Kompol Nuraida, dalam rombongan juga tampak dr. Ir. Eri Gas Eka Putra, MS dari Nagari Development Cantere (NDC) Unand Padang, didampingi Wawako H. Zohirin Sayuti, SE, Kapolres Sawahlunto AKBP. Junaidi Nur, SH., SIK, Camat Barangin Subandi, Kapolsek IPDA. Fikri, Babinsa, Bhabinkamtibmas sejumlah OPD terkait lakukan penilaian terhadap Kampung Tageh Desa Balai Batu Sandaran.
Indikator Penilaian
Kepala Desa Balai Batu Sandaran, Nusyirwan kepada jurnalis menjelaskan beberapa lokasi yang diverifikasi tim penilai desa tageh meliputi fasilitas desa yang terkait indikator desa tanggung seperti pos ronda, Rumah Sehat (rumah isolasi bagi warga positif Covid-19), peternakan ayam ras dan pengrajin Songket Silungkang. Selain itu surau/tempat anak-anak belajar mengaji, kebun karet, pabrik penyulingan serai wangi dan kolam ikan juga tak luput dari perhatian tim penilai.
Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti yang ikut mendampingi tim penilai saat melakukan verifikasi lapangan menyebutkan, adanya program kampung tangguh atau desa tageh ini memberikan kontribusi positif pada pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat di masa pandemi.
“Kita dari Pemko berpartisipasi dan berkomitmen dalam program desa tageh ini. Yakni melalui alokasi pada anggaran dana desa serta pembinaan dari OPD terkait,” ujar Wawako.(Yoa)
Tinggalkan Balasan