
Padang, Scientia – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Sumbar sedang berikhtiar menemukan ketum baru untuk periode 2021-2024. Berbagai rangkaian persiapan pemilihan pemimpin organisasi inipun hingga kini terus berlangsung.
Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI Sumbar ke-13 merupakan perhelatan yang akan mengukuhkan kepemimpinan baru tersebut. Karena itu, pendaftaran calon ketua umum akan dibuka pada 22-31 Januari.
“Satu periode kepengurusan di HIPMI Sumbar adalah 3 tahun. Calon ketua bisa saja dari anggota BPC atau BPD, tak mesti harus ketua BPC yang bisa menjadi calon,” kata Ketua SC Neiko Rasaki.
Disebutkan, terdapat sejumlah syarat untuk menjadi ketua umum, salah satunya adalah masa bakti dalam kepengurusan HIPMI baik di BPD atau BPC minimal selama satu periode. Calon ketua umum juga mesti mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari dua BPC.
Hingga saat ini sebanyak 15 BPC sudah menggelar Muscab (musyawarah cabang). Ini adalah syarat dan ketentuan untuk menyelenggarkan Musda.
“Pengambilan formulir bisa dilakukan di Sekretariat BPD HIPMI di Kompleks Kis Mangunsarkoro di Jalan Kis Mangunsarkoro, Padang. Sedangkan untuk waktu pengembalian adalah 8 Febuari. Untuk verifikasi berkas pada 8-10 Febuari,” ujar Ketua OC Helmi Prilia Aldino.
Ditambahkannya setiap calon ketua umum juga juga mesti menyediakan uang pendaftaran Rp175 juta. Uang pendaftaran ini sudah di atur di dalam AD/ART BPD HIPMI. Uang pendaftaran ini digunakan dengan tujuan untuk menyelenggarakan kegiatan Musda.
“Penetapan calon ketua umum yang lulus verifikasi pada 11 Februari. Saat itu juga dilakukan pengambilan nomor urut bakal calon ketua,” katanya didampingi Wakil Ketua OC Febriyan Mayoska, dan Bendahara OC Hayatul Riski.
Ketua Umum BPD Hipmi Sumbar Iqra Chissa didampingi Sekretaris Umum Rizki Akbar menjelaskan kalau dirinya sebagai ketua telah habis masa jabatan. Dirinya tak maju kembali sebagai ketua karena dalam aturan kepengurusan, ketua BPD HIPMI hanya boleh satu periode kepengurusan.
“Saya berharap Musda ini bisa terselengara dengan baik. Sehingga bisa memilih ketua umum terbaik dari yang terbaik,” imbuh Iqra Chissa. (Reyhan)
Tinggalkan Balasan