Puisi-puisi Mita Handayani

Kontemplasi Rindu

Bila sudah dilanda rindu begini
aku tak tahu filsuf mana yang harus kusalahi
akibat seriusnya hati berkontemplasi dengan
benak sendiri

Rindu mampu melakukan apa saja
serupa tangkai yang direnggas bunganya
semacam bumi kehilangan langit
seperti siang ditinggalkan malam yang pamit

Bila boleh kubersabda
rindu sungguh menyiksa hulu dada
tak kutemui satu pun teori akademi
yang mampu menetralisir rinduku kini

Satu hal yang selalu kuimani
yang bermukim di hati pasti kembali
entah kini, lusa atau di kemudian hari, di mana
masehi sudah tiada lagi

Padang, 2021

 

Dialog Malam Bersama Tuhan


Biarlah dingin membalut tulang
biarlah malam mendesak pulang
bincangku bersama Tuhan
tak akan kuusaikan

Kau tau, Dik?
kau adalah hamba Tuhan
yang teramat aku aminkan
di sepertiga malam

Tawamu jadi penguat
senyummu melebut penat
d ikala hidup tak bersahabat
asaku terlalu menginginkanmu, Dik

Sebab aku berdarah Minang
nasihat inyiek selalu kusandang
sekali layar terkembang
pantang bujang bersurut pulang

Dik, kau adalah muara
tempat berlabuhnya semua cinta

Padang, 2021

 

Ingat dalam Lamunku

Aku berbisik lirih di telingamu
akan kupagut hangat tubuhmu
kunikmati deras cinta di aliran darahmu

Kudengar nyanyi syahdu
di detak jantungmu
kucumbu segala rindu dalam hatimu

Ah, aku lupa…
itu sudah lusa
kini sudah lain warita

Padang, 2021

Aksioma dan Teorema

Bahasa tak selalu tentang kata
simbol juga cara dua insan bicara
dalam logika Ferdinand De Saussure
arbitrer adalah akarnya

Cintaku padamu mutlak aksioma
pergiku adalah teorema
semua berpegang pada
tesa, antitesa, dan sintesa kita 

 

Akhiran -an

Manusia sering kali mengambil
alih kerja Tuhan
mencaci-Nya dengan mengkhawatirkan
kehidupan masa depan

Tuan dan puan
kerja kita hanya mengikhtiarkan
biarkan doa dan takdir yang menembus
langit Sang Penentu Kehidupan

Padang, 2021

 

Biodata:

Mita Handayani lahir di Talunan Baru, 28 Januari 1998. Ia adalah seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Ia aktif bergiat di Komunitas Lapak Baca Pojok Harapan dan sudah menerbitkan buku tunggal berjudul “Memories of Netherlands: My Travel Stories”. Tulisannya juga telah dimuat di beberapa media cetak dan online.

 

 


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *