Sultan B Najamudin: Menteri Pariwisata Juga Perlu Berkantor di Sumatera

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. [Foto: Dok. DPD RI]
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin. [Foto: Dok. DPD RI]
Jakarta, Scientia – Rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk berkantor di Bali guna memantau pemulihan pariwisata mendapat sambutan positif. Namun mengingat pariwisata Indonesia tidak hanya di Pulau Dewata, menteri kelahiran Riau ini juga diminta untuk memperhatikan Pulau Sumatera.

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin dalam keterangan tertulisnya meminta kepada Sandiaga Uno juga dapat memberikan perhatian khusus untuk Pulau Sumatera yang dinilai kaya akan daya tarik pariwisata.

“Mewakili seluruh anggota DPD RI sub wilayah barat I, tentu kita akan sangat gembira sekali jika pak menteri Sandiaga bisa menjadwalkan pula untuk tidak hanya berkunjung tapi juga berkantor di salah satu provinsi yang berada di pulau Sumatera. Banyak sekali potensi wisata yang berbasis eco tourism bisa didorong untuk menjadi salah satu pusat destinasi wisata dengan standar nasional bahkan internasional,” ujar pria yang akrab dipanggil SBN tersebut.

“Pulau Bali sudah memenuhi seluruh aspek yang dibutuhkan sebagai syarat pariwisata bertaraf internasional. Yaitu baik secara kultur atau sarana infrastruktur penunjang lainnya dalam mendukung keberlangsungan sektor pariwisata. Justru sebaliknya, seharusnya yang mendapatkan perhatian oleh pemerintah adalah potensi-potensi wisata daerah lainnya yang belum dikelola secara optimal,” ujarnya.

Pulau Sumatera selain terkenal dengan potensi alamnya, salah satu pulau terbesar di Indonesia ini juga menyimpan banyak potensi wisata; berbagai pulau di sekitarnya, hutan hujan tropis yang sedemikian luasnya, dan keanekaragaman budaya yang luar biasa membuat tujuan wisata Sumatera patut diperhitungkan. Serta kondisi geografis Pulau Sumatera yang dikelilingi perairan tentunya menjadi nilai tambah tersendiri bagi pulau ini. Terdapat banyak pantai indah yang berderet di sepanjang garis pantai Pulau Sumatera.

Salah satu tantangan pengembangan sektor pariwisata di Sumatera selain fasilitas infrastruktur dan investasi yang memadai, tantangannya tidak hanya bagaimana pemerintah mampu meyakinkan pihak-pihak swasta dengan membangun citra yang berdaya saing tinggi, tapi pembangunan pariwisata dengan suatu passion di dalam mengembangkannya, disana ada kerjasama antar semua elemen masyarakat dalam konsep pariwisata yang berkelanjutan.

“Inilah konsep inkulisivitas dalam pariwisata yang diharapkan dapat menjadi narasi yang menyatukan di dalam memajukan pariwisata Indonesia di masa depan. Jadi pemerintah melalui kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif mesti menggandeng seluruh pihak yang berkepentingan dengan membangun proyeksi rencana jangka panjang dalam penguatan sektor pariwisata di pulau Sumatera,” tutupnya.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *