Padang, Scientia – Pembangunan jembatan kembar di ruas Linggarjati Tabing, Kota Padang yang berujung hilangnya Tugu Linggarjati disesalkan Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, HM Nurnas. Ornamen sejarah perjuangan tersebut merupakan bukti sejarah penting yang harusnya dijaga untuk generasi penerus.
HM Nurnas mengisahkan, Tugu Linggarjati itu pernah dulu mau direlokasi, tapi kemudian tidak terwujud.
“Dulu sebelum ada jalan dua jalur letak tugu bersejarah itu persis di samping jalan, makanya daerah tersebut dikenal dengan daerah Tugu Linggarjati. Waktu dibuat jalan jalur dua, Tugu Linggarjati tetap dipertahankan tidak di apa-apakan dan tidak pula digeser sesenti pun,” ujar HM Nurnas, Senin (1/2) di Padang.
Lebih jauh kader Partai Demorkat ini mengatakan penghilangan tugu itu merupakan tindakan pembrengusan sejarah nasional.
“Saya berharap harus ada yang bertanggungjawab dari lenyapnya tugu itu. Jangan karena pembangunan lalu tugu yang menjadi bukti oetentik perjuangan bangsa hilang begitu saja,” ujar HM Nurnas.
Bahkan HM Nurnas meminta Pihak Pusat Sejarah TNI untuk turun tangan mengusut ini.
“Tapi ketika pembangunan harus mengikis bukti sejarah negara ini maka harus ada tindakan. Pusat Sejarah TNI bisa bersikap memeriksa siapa saja terkait penghilangan tugu tersebut, termasuk kontraktor dari proyek jembatan di sana,” ujar HM Nurnas.
Bukti Sejarah Perlawanan Terhadap Kolonialisme
HM Nurnas menceritakan, Tugu Linggarjati dahulunya adalah bukti patokan daerah perluasan kekuasaan kolonial Belanda, sekaligus kerasnya perjuangan masyarakat Minang mempertahankan daerahnya.
“Tugu Linggarjati sebuah bukti bahwa orang Indonesia khususnya Padang tetap bertahan dan bergerilya melawan tidak mau menyerahkan sejengkal tanahnya kepada Belanda. Tugu tersebut adalah kebijakan Pemerintah Pusat yang mengadakan persetujuan dengan kolonial Belanda,” ujarnya.
“Saya sangat mendukung apa yang disampaikan Prof. DR. Phil Gusti Asnan, dengan menghilangkan tugu tersebut merupakan salah satu sikap yang tidak menghargai histori sejarah. Harusnya Balai Jalan bertanggungjawab terhadap tugu tersebut,” sesal HM Nurnas.
Ia menambahkan, hari ini keaslian Tugu Linggarjati sudah hilang. Walaupun nanti dibuat lagi tak akan mampu menyamai bukti sejarah otentik yang telah dekat dengan masyarakat.
“Apa susahnya menjaga dulu waktu membangun jembatan itu. Ingat menjaga dan merawatnya sekarang tidak sesulit saat darah dan air mata dikorbankan mempertahankan setiap jengkal tanah republik ini,”ujar HM Nurnas. (*)
Tinggalkan Balasan