Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Pancasila

Indonesia
Kusingkap lembar rajutan hurufmu
Kutatap penuh harap pasti
Karenanya senang hati

Kata demi kata, menari di lembaran putih
Bergema di tumpukan buih
Menyinga di kobaran api
Indonesia kokoh berprinsip

Kini napasku terengah
Mendengar tangisan pungguk di tengah malam
Lantang tak terdengar
Sunyi di keramaian

Pancasila namanya
Segilima bersudut runcing yang pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa
Tumpul oleh penguasa

Pancasila namanya
Petak bulat menyatu lambangnya
Kemanusiaan yang adil dan beradab namanya
Putus digores ujung tinta

Pancasila namanya
Pohon beringin disebutnya
Persatuan Indonesia layaknya
Tumbang disayat gergaji tak bermata

Pancasila namanya
Kepala banteng dengan tanduk runcing simbolnya
Permusyawaratan menggema bunyinya
Lenyap ditelan mulut buaya

Pancasila namanya
Padi dan kapas semboyannya
Keadilan sosial cita-citanya
Hanya adil bagi para penguasa

Pancasila, kini terbuai diambung masa

 

Kepergian

Merinding daun-daun kering
Terampai di ujung dahan
Menatap sebuah perdebatan
Kepergian dan kedatangan

Pancaran jingga merah
Menerangi kelabu di ujung awan
Berlari dengan senyuman indah
Di balik sebuah tangisan lahir jeritan
Jangan pergi

Namun, telinganya seolah-olah pekak
Berlalu tanpa ucapan dan pergi tanpa sapaan

Biodata:
Yogi Resya Pratama lahir di Kota Pariaman dan sekarang tengah menyelesaikan studi di IAIN Batusangkar


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *