![Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial saat berdiskusi dengan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di Kantor Dinas Pariwisata Sumbar, Selasa (9/2) siang. [Foto: Dok. JPS]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-09-at-13.08.48.jpeg)
Tapi di tengah kepanikan itu, justru Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial mengaku enjoy bekerja dengan banyaknya tantangan yang ada.
“Ini baru kerja keras namanya, karena tekanan full terutama pandemi. Dalam menjual pariwisata Sumbar di masa Covid-19 ini butuh kerja keras, inovatif dan kreatif,” ujar Novrial saat berdiskusi dengan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di ruang pertemuan Kantor Dinas Pariwisata Sumbar, Selasa (9/2).
Ia menjelaskan, sektor pariwisata Sumbar di saat pandemi harus kembali dievaluasi. Terdapat tujuh orientasi pariwisata Sumbar yang dipadupadankan dengan melibatkan media, organisasi masyarakat dan pengusaha wisata. Beberapa orientasi tersebut antara lain Geopark, Ombilin Coal Mining Herritage (OCMH), Wisata Halal, MICE dan event budaya unggulan.
Baca:
- Sultan B Najamudin: Menteri Pariwisata Juga Perlu Berkantor di Sumatera
- Nagari Simarasok Kembangkan Pariwisata, DPRD Sumbar Dukung Infrastruktur
- Seluruh Objek Wisata di Tanah Datar Tutup Empat Hari
“Untuk destinasi unggulan ini harus dikemas kembali sesuai dengan kriteria destinasi unggulan, 19 destinasi di setiap kota dan kabupaten dan satu dari 19 destinasi itu harus destinasi premium atau kelas dunia,” ujar Novrial
“Ada Mandeh, ada KEK Mentawai. Masih butuh beberapa lagi destinasi unggulan kelas dunia,” lanjutnya.
Event 2021 unggulan Sumbar masih dipegang oleh Tour de Singkarak (TdS). Hanya saja optimasi dilakukan dengan format berbeda. Sehingga diharapkan pada pelaksanaan TdS tidak bergantung lagi dari APBD, melainkan dana khusus pariwisata.
“Saya berharap TdD ini didukung media. Penyampaian yang pas dan tepat sehingga tidak ada pro kontra TdS. Namun supporting publik untuk intangible asset Pemprov Sumbar juga penting,” paparnya. (pjk)
Tinggalkan Balasan