Prihatin, Ketua DPRD Sumbar Ingin Temui Brigdence Si Atlet Pemulung

Supardi, Ketua DPRD Sumbar
Supardi, Ketua DPRD Sumbar.

Padang, Scientia – Nasib malang yang menimpa Brigdence, atlet angkat berat berstatus difabel asal Tanah Datar membuat Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi prihatin. Ia pun berharap bisa segera menemui sang atlet dan mencarikan solusi atas kondisi yang dihadapinya.

“Undang beliau untuk bertemu. Kita akan carikan solusinya,” ujar Supardi kepada Scientia usai mengetahui kejadian ini, Rabu (10/2) siang.

Bagi Supardi, Brigdence dan atlet-atlet lain merupakan asset SDM daerah yang perlu dijaga. Terlebih melihat perjuangan mereka dalam mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah olahraga nasional maupun internasional.

“Semoga bisa segera bertemu beliau,” imbuhnya.

Kisah Brigdence terungkap setelah Scientia berhasil menemukan sang atlet saat memulung sampah di Batussangkar, Tanah Datar, Selasa (9/2). Brigdence cukup dikenal di daerah itu, terutama karena keterbatasannya dalam berbicara dan berjalan.

“Berasal dari Nagari Sumaniak. Pemulung sampah,” tulis Brigdence menjawab pertanyaan Scientia.

Berita Sebelumnya: Brigdence, Atlet Segudang Prestasi yang Berakhir di Bank Sampah

Brigdence, sang atlet angkat berat Tanah Datar dengan segudang prestasi yang sehari-hari memungut sampah untuk bertahan hidup. [Foto; Scientia/Zal]
Brigdence, sang atlet angkat berat Tanah Datar dengan segudang prestasi yang sehari-hari memungut sampah untuk bertahan hidup. [Foto; Scientia/Zal]
Brigdence terdaftar sebagai atlet National Paralympic Commitee ( NPC) dan telah mengikuti berbagai kejuaraan. Pada tahun 2006, ia berhasil menyabet medali perak pada kejuaraan di Semarang. 2008 dan 2011 dia mendapatkan medali perak, serta terakhir 2012 dia mendapatkan medali emas pada kejuaraan NPC di Pekanbaru.

Hanya saja nasib atlet bertubuh kekar ini tak seindah prestasi yang berhasil ia genggam. Untuk bertahan hidup, sehari-hari Brigdence bekerja sebagai pemulung. Ia pun juga mesti menyiasati kebutuhan nutrisinya dalam menghadapi kejuaraan dengan meminta putih telur dari warga sekitar. (sci)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *