![Endo tengah meracik minuman aia aka TAKACAU, Senin (8/2) siang. Bersama 3 rekannya, Endo menyulap minuman tradisional ini menjadi minuman kekinian. [Foto: Scientia/cw02]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/IMG_0278-Medium-e1613035358809.jpg)
Aldi, Asnam, Endo dan Indi menciptakan inovasi baru dari minuman aia aka yang disebut TAKACAU (Taragak Kawan Cincau). Minuman tradisional aia aka dimodifikasi menjadi minuman kekinian dengan tambahan buah nangka, alpukat dan tapai. Selain sehat, campuran buah memberikan variasi unik dan segar. Namun, tetap menonjolkan citarasa khas aia aka pada minumannya.
Ketika ditemui tim Scentia di lokasi usaha, Selasa (9/2), salah satu pemilik usaha, Indi (37) mengungkapkan bahwa ide minuman ini muncul karena keresahan mereka akan minuman tradisional yang mulai tenggelam. Terlebih karena hadirnya minuman modern di wilayah Kota Padang.
“Aia aka saat ini udah mulai pudar eksistensinya, sudah kalah dengan minuman bubuk, minuman bersoda dan boba. Padahal ini adalah minuman sehat, tapi hanya sedikit orang yang mau mengkonsumsinya. Karena itu, kami berpikir bagaimana caranya supaya minuman tradisional kita ini tetap terangkat dan mampu bersaing dengan minuman non tradisional yang marak saat ini. Tentunya aia aka perlu inovasi yang keren agar bisa menarik perhatian semua kalangan masyarakat lagi,” kata Indi.
Untuk dapat bersaing, usaha yang baru berdiri sejak 13 Januari 2021 ini menyajikan minuman dalam kemasan yang mirip seperti minuman kekinian lainnya. Jika aia aka biasanya hanya dibungkus dalam plastik bening seadanya, TAKACAU membungkus dengan cup unik berlabel seperti minuman milkshake, thai tea, dan sebagainya. Penyajian pun dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, yaitu mencuci tangan dan memakai mouth shield sebelum meracik minuman.
Mereka juga memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi, sehingga hal ini membuat aia aka ala TAKACAU menjadi menarik perhatian berbagai kalangan bahkan anak-anak muda. Mereka membuat minuman tradisional Minangkabau naik level dan bisa bersaing dengan kuliner non tradisional Minangkabau yang hadir di Kota Padang.
Berkat kreativitas dan usaha yang luar biasa dari keempat pemuda ini, TAKACAU berhasil menarik perhatian masyarakat Padang dan berkembang cukup pesat. Terbukti dalam waktu 3 minggu usaha ini sudah ada di beberapa wilayah di Kota Padang, yaitu kawasan kuliner GOR H Agus Salim, Siteba, Tunggul Hitam dan Jati. Pendapatan yang mereka raih pun terbilang cukup besar, hanya dengan menjual Rp10.000 per cup, mereka berhasil mencapai angka penjualan hingga satu juta per hari.
Tersudutnya usaha kuliner tradisional Minangkabau terjadi karena kuatnya persaingan. Penggunaan cara-cara konvensional juga ikut memperlambat pergerakan kuliner lokal tersebut. Tak ayal, saat pasar minuman kekinian melebar, jatah kuliner tradisional justru semakin sempit.
Aia aka adalah minuman tradisional khas Padang, Sumbar. Minuman ini berasal dari olahan daun Cylea Barbata Meyrs atau sering dikenal dengan sebutan daun cincau. Daun diperas, dibuat mengental hingga membentuk gel. Lalu dicampur dengan santan, gula merah atau jeruk nipis. Minuman yang enak dan menyegarkan ini bisa dinikmati oleh semua kalangan karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Aia aka dipercaya dapat menurunkan panas dalam, serta memperlancar pencernaan. (cw02)
Tinggalkan Balasan