![Dokter Endra dari RSPAD menyuntikkan vaksin Sinovac ke Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Kamis (11/2). [Foto: Dok. DPD RI]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-11-at-16.20.54.jpeg)
LaNyalla dan Nono Sampono telah memasuki usia kepala enam. Sehingga keduanya baru bisa mendapat vaksin jenis Sinovac yang diperuntukkan bagi penerima di atas usia 59 tahun. Sementara produk pertama Sinovac hanya diperuntukkan bagi usia 18 hingga 59 tahun.
“Alhamdulillah saya sama Pak Nono hari ini sudah divaksin oleh dokter Endra dari RSPAD. Tidak ada efek samping apa-apa. Karena itu jangan lagi ada penyebaran informasi yang tidak akurat terkait program vaksinasi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ungkap LaNyalla.
Senator asal Jawa Timur itu juga meminta Menteri Kesehatan agar distribusi vaksin ke daerah-daerah bisa lebih cepat. Sehingga tujuan untuk membentuk herd immunity di masyarakat segera terwujud.
Terutama seiring dengan penyiapan Puskesmas sebagai lokasi vaksinasi di daerah-daerah. Sehingga tidak harus terpusat di rumah sakit utama di di daerah. “Jadi terjadi percepatan vaksinasi massal. Asal disiapkan betul sarana dan sumber daya manusianya,” tambahnya.(*)
Tinggalkan Balasan