![Penutupan diklat 3 in 1 batik tulis angkatan V. [Foto: Scientia/cw03]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-23-at-22.08.39.jpeg)
“Semua pesrta diharapkan mampu mengembangkan ilmu batik tulis yang sudah dipelajari serta menumbuhkan peluang kerja dan sumber ekonomi di Padang Pariaman,” ujar Asisten Pembangunan Pemkab Padang Pariaman, Neti Warni dalam pidato penutupan diklat tersebut.
Hal senada disampaikan penasehat HP3 Padang Pariaman, Akhyardi. Ia berharap agar diklat kali ini bisa menjadi penyempurnaan dari pelaksanaan di tahun 2019 yang belum bisa dikembangkan secara maksimal.
“Yang mana konsep dari pelatihan ini yaitu untuk melahirkan home industry di bawah naungan pengelolaan HP3,” tuturnya.
Akhyardi berharap agar pemerintah tetap berkolaborasi dengan HP3. Peran pemerintah menjadi teramat penting, khususnya dalam membantu pengrajin lokal mendapatkan akses pasar seluas-luasnya.
“Yang mana kebijakan Pemkab Padang Pariaman setiap hari Kamis memakai batik menjadi pasar sasaran kami untuk tahap awal,” jelasnya.
Diklat 3 in 1 batik tulis angkatan V ini berlangsung selama 18 hari sejak 5 Februari. Panitia melaporkan, terdapat 60 peserta yang bergabung dari berbagai daerah di Kabupaten Padang Pariaman. (cw03)
Tinggalkan Balasan