![Sengaja Budi Syukur memaparkan potensi dan risiko Tol Padang-Pekanbaru terhadap ekonomi Sumbar, Kamis (25/2). [Foto: dok/jps]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-25-at-10.13.21.jpeg)
Persoalan jarak masih menjadi kendala. Waktu tempuh Padang-Pekanbaru bagi sebuah truk angkutan paling cepat 12 jam. Penyederhanaan waktu tempuh tentunya akan berdampak besar bagi ekonomi kedua daerah. Tol Padang-Pekanbaru yang kini menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat disebut-sebut sebagai solusi ampuh masalah ini.
“Arus barang logistik makin lancar dan pasokan barang untuk kebutuhan Riau dengan adanya tol tidak akan pernah putus lagi,” ujar Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar, Sengaja Budi Syukur dalam Diskusi Bulanan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Kamis (25/2) di Padang.
Bagi Budi, pergerakan Riau yang besar secara langsung membuka pasar barang dan jasa yang juga tak kalah potensial. Untuk Sumbar, peluang ini akan makin besar ketika tol beroperasi.
Kendati adanya akses yang lebih mudah seiring dengan pembangunan tol tersebut, Budi meminta agar masyarakat Sumbar, khususnya pengusaha bidang angkutan bersiap akan persaingan yang tentu terjadi.
“Walau akan ada tantangan karena tol juga memberikan peluang yang sama bagi pengusaha angkutan besar nasional untuk bermain angkutan logistik dan barang,” ujar Budi.
Tak hanya logistik, pariwisata Sumbar pun akan mendapatkan imbas positif dengan keberadaan tol tersebut. Budi mengibaratkan Sumbar bak gadis cantik nan molek yang menjadi daya tarik 7 juta masyarakat Riau untuk melihatnya.
“Tol akan berikan akses mudah dan cepat. Sumbar itu kaya akan destinasi wisatanya,” ujar Budi.
Diskusi yang digelar JPS ini mengambil tema ‘Konektivotas Ekonomi Lewat Tol Sumbar-Riau’. Sejumlah nama tokoh lokal seperti HM Nurnas, Werry Darta Taiful, Defi Adrian, Asrinaldi dan Suhatri Bur ikut menjadi pembicara dalam diskusi ini. (pzv)
Tinggalkan Balasan