Aku Bukan Lebah!
Jika jatuh cinta, aku hanya terkekang rasa
Jika jatuh cinta, aku hanya bergejolak rindu setiap temu menyapa
Namun ketika suaraku dibungkam,
Ketika resahku dimatikan,
Ketika kepercayaanku kau pendam
Di bawah ketiak hilang bersama keringat
Saat itu, juga aku ingin menjadi seekor lebah
Agar matamu bengkak dan tak mampu melihat
Aku bukan seorang fanatik
Tapi aku seorang pencari
Iya, seorang busuk dengan banyak kertas
Yang bertuliskan suara-suara rintih ulah kaum borjuis
Aku proletar. Namun, aku setia dengan rumah yang kupunya
Namun, dalam tatapanmu aku hanya seorang busuk
Tempat pembuang ludah ketika kau di dalam mobil Fortuner
Dengan besi merah di bumper mobilmu
Jika saja kau ambil kesempatanku untuk jatuh cinta,
Aku akan berjalan di depanmu agar kau tertarik. Karena aku licik,
Tapi jika suara untuk rumahku yang kau rampas
Maka hancurlah diriku tanpa aku, karena aku bukan lebah
Aku (Tak) Mati
Lalu, tugasku apa?
Mati kemudian hilang
Itu yang kau mau
Mati pun,
Bukankah aku akan tetap pada setiap tapakanmu
Menjadi pendar di setiap gelapmu
Menjadi kenang disetiap hujanmu
Bukankah hanya tawa yang ada padaku
Ketika kau ucapkan aku mati
Kau takkan bisa menghilangkanku
Karena aku berada dalam tubuhmu
Kau takkan bisa menghapusku
Karena aku ada di matamu
Kau takkan bisa melupaku
Karena aku ada di kepalamu
Selamat datang kesengsaraan
Untukmu
Ku Pikir (Tak) Lama
Terhenti
Tentang sebuah kabar kepulangan
Ya
Kupikir kau akan kembali
Seperti janjimu ketika kau akan pergi
Kukira
Aku hanya perlu menanti
Sampai dua matahari terlewati
Tapi buruk menimpa
Sedih melanda
Lara menghujam
Tawa ternganga bercampur darah
Kau bercampur merah
Kupikir itu hanya tinta,
Tapi aku salah
Ku pikir itu
Hanya, pewarna
Tapi aku kecewa
Kau berbumbukan darah
Semua mulai bersuara
Ooo, bukan
Tapi terisak
Lalu, kau menyatu bersama putih
Dilelapkan, dalam ruang kecil nan gelap
Kemudian kau hilang bersama papan itu
Dan tiba-tiba aku gelap
Bersama setiap timbunan dan onggokan berhias bunga
Yang Kekal lebih memilih mu
Semoga kau bahagia
Biodata Penulis:
Rizky Amelya Furqan seorang penikmat rindu, penggila senja, dan penyuka kamu.

Tinggalkan Balasan