![Ketua GPPL, Aan Nofrianda. [foto : Jodha]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/c2a65b08-c331-4932-9eb3-11c6f2644deb-e1615288227496.jpg)
“Kita dari gerakan pemuda peduli pendidikan menganggap bahwa rancangan draf peta jalan pendidikan perlu dikaji ulang. Dengan melakukan riset serta meminta masukan dari berbagai kalangan,” ujar Ketua GPPL, Aan Nofrianda.
Menururtnya, kajian misi pendidikan harus menjadi hasil perwujudan dari pancasila dan undang-undang dasar yang telah menyebutkan peran agama dalam implementasi pendidikan itu sendiri. Frasa agama tentu memberikan sugesti yang berbeda.
“Salah satunya berperan penting dalam pembinaan akhlak siswa. Dimana siswa memang seharusnya mengimplementasikan keilmuan mereka berdasarkan syariat keagamaan,” katanya.
Dia menyebutkan, hilangnya frasa agama dalam misi pendidikan akan menimbulkan polemik besar terhadap periode keemasan beragama. Sebab, agama berperan penting sebagai pondasi berpendidikan.
“Maka dari itu kami dari gerakan pemuda peduli pendidikan menyarankan untuk dilakukan kajian ulang mengenai hal tersebut. terhadap rancangan draf peta jalan pendidikan Indonesia 2021 sampai 2035. Karena keimanan, ketaqwaan dan akhlak merupakan domain agama,” tutupnya.
Sementara, drat Peta jalan Pendidikan per-Mei 2020 menyebut, visi Pendidikan Indonesia 2035 adalah, “Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul. Terus berkembang, sejahtera dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila”. (Jodha)
![Ketua GPPL, Aan Nofrianda. [foto : Jodha]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/c2a65b08-c331-4932-9eb3-11c6f2644deb-e1615288227496.jpg)
Tinggalkan Balasan