![Walikota Bukttinggi Erman Safar menyampaikan arahan refocusing anggaran dalam Forum Konsultasi Publik (FKP), Selasa (93).[Foto:Scientia/aef]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/WhatsApp-Image-2021-03-10-at-00.19.23.jpeg)
FKP tersebut bertemakan ‘Sinergitas seluruh stakeholder Kota Bukittinggi, wujudkan Bukittinggi Hebat yang berlandaskan Adat Bersandi Syara, Syara Bersandi Kitabullah’.
Walikota Bukittnggi, Erman Safar dalam pemaparannya mengatakan, potensi besar perbaikan perekonomian sudah di depan mata. Sektor pariwisata di Bukittinggi telah menyokong perekonomian dan harus diambil dalam bentuk PMD atau kegiatan-kegiatan produktif lain-nya. Dengan begitu, nantinya akan dapat meningkatkan PAD minimal mencapai 300 persen.
Kegiatan-kegiatan produktif lainnya itu, lanjut Erman, akan lebih menyentuh kepada sektor UMKM dan bantuan bagi para pelaku UMKM. Ia mengatakan, hal ini juga menjadi prioritas pertama sebab dalam refocusing beberapa anggaran harus dialihkan guna perbaikan ekonomi nasional, termasuk juga penanganan Covid-19.
“Anggaran itu sangat tepat dikelola pemerintah kota dengan membuat program-program pemulihan ekonomi dalam bentuk penyaluran modal, penataan tempat usaha kecil, masyarakat pedagang kecil dan penguatan konsep kuliner-kuliner yang ada. Pastinya sebagai sebagai pelaku usaha kecil menengah di kota ini masih terdampak pandemi Covid-19,” terangnya.
Di tempat sama, Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi menyampaikan, anggaran akan lebih banyak diarahkan kepada sektor ekonomi kerakyatan dengan penitikberatan untuk memfasilitasi UMKM.
“Tepatnya anggaran yang di-refocusing tersebut bisa dimanfaatkan bagi perkembangan perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi,” jelasnya.
Marfendi menambahkan, dana yang dapat dialihkan dalam bentuk permodalan atau pengadaan barang. Sedangkan sektor yang dikembangkan adalah sektor yang berkaitan dengan produksi atau beroreantasi memproduksi kebutuhan orang banyak. (aef)
Tinggalkan Balasan