![Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai rumah tahfidz dapat melahirkan generasi muda penghafal Al-Qur'an. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/82093166-b8c3-42f7-9d2a-cde0e0a6b3b6.jpg)
“Penghafal Al-Quran harus terus dilahirkan. Salah satunya dengan mengembangkan konsep rumah tahfidz,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Rabu, (10/3)
Pandai Sikek, kata Mahyeldi, selalu memberikan kontribusi dalam melahirkan penghafal Al-Qur’an. Bahkan tidak jarang, para hufaz ini mengharumkan nama Sumbar di kancah Nasional.
“Ini harus tetap dipertahankan dan dikembangkan, termasuk di nagari-nagari lain di Sumbar,” kata Mahyeldi yang juga memberikan uang Rp. 10 juta untuk pembangunan pusat pendididikan Al-Qur’an.
Dia berharap, para santri selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan mempelajari Al-Qur’an. Lebih Penting lagi pribadi-pribadi yang muncul adalah pribadi yang berakhlak Al-Qur,an.
Pada saat yang sama, Bupati Tanah Datar diwakili staf ahli, Nusirwan menyebutkan, saat ini Tanah Datar memiliki 217 rumah tahfidz, 808 orang tenaga pengajar dan 9.872 orang peserta didik. Bahkan tidak sedikit yang telah mengikuti kejuaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional.
“Kita berharap, keberadaan pusat pendidikan Al-Qur’an sampai ke masing-masing jorong,” tutupnya. (rls/pzv)
![Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai pusat pendidikan Al-Qur'an atau rumah tahfidz dapat melahirkan generasi muda penghafal Al-Qur'an. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/82093166-b8c3-42f7-9d2a-cde0e0a6b3b6.jpg)
Tinggalkan Balasan