
“Kebetulan lokasinya tepat dijalan kabupaten yang menghubungkan dua jorong yang ada di nagari III Koto. Kita melihat ini merupakan sarana yang sangat vital sekali bagi mobilitas warga,”kata Adrisiwanto. Jum’at, (11/3)
Dia mengatakan, ada sekitar 150 orang yang hadir pada hari ini dan merupakan yang terbanyak dari sebelumnya.
“Setelah dicanangkan dalam rapat jorong beberapa bulan yang lalu, Alhamdulillah kegiatan kali telah banyak perkembangannya,” kata Adri.
Selain itu, Datuak Tan Bijo salah satu niniak mamak yang ikut Goro mengucapkan kegembiraannya dengan perkembangan anak-kemenakanya. Sebab Goro adalah “selimut sosial” orang nya Galogandang.
Menurutnya, kemerdekaan ini tidak akan tercapai tanpa saling bahu-membahu antar masyarakat. Lebih penting lagi dengan rasa kegotongroyongan yang telah tertanam kepada masyarakat sejak dahulu kala.
“Saya harap, kegiatan ini dapat terus terlaksana dan tetap menjadi agenda rutin masyarakat Galogandang. Jangan sampai hilang,” harapnya.
Sementara itu, Satgas BNPB Nagari III Koto, Zal Manjo, juga bersyukur dengan adanya kegiatan Goro ini. Dia nenyebutkan, selama ini kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sudah tipis.
“SEkarang ini, Hampir sudah mati rasa sosial masyarakat untuk kebersihan lingkungan. Apalagi membersihkan got yang tersumbat, padahal itu didepan rumahnya,” katanya.
“Dengan adanya Goro rutin ini tentu akan meringankan beban Satgas. Partisipasi masyarakat ini diharapkan jangan sampai hilang ditengah jalan. Oleh sebab itu ini akan terus kita sosialisasikan kepada generasi muda kita,” tutup Zal Manjo. (Zal)

Tinggalkan Balasan