![Pembukaan Simulasi MTQ oleh Pondok Al-Qur'an Fatahillah, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Minggu, (14/3). [foto : Scientia/Met]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/08cd1dfc-199e-4b49-9839-79b71b7d0dac.jpg)
“Saat ini, Saya sangat prihatin melihat pengaruh gadget yang semakin masif. Sehingga menyebabkan berubahnya pola hidup dan kepribadian generasi muda jauh dari Al-Qur’an,” ujar Syofrion saat membuka kegiatan di Kantor Wali Nagari Sicincin. Minggu, (14/3)
Menurutnya, Kegiatan pembinaan keagamaan berbasis masyarakat seperti ini sangat baik dilakukan. Apalagi, akan dapat membiasakan anak-anak dekat dengan Al-Qur’an dan jauh dari pengaruh Gadget.
“Semoga ini dapat memotivasi kecamatan lain untuk melaksanakan simulasi MTQ seperti ini. Meskipun kita terkendala dengan kondisi APBD,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok, Azwarman mengatakan, tujuan didirikannya Pondok Qur’an ini untuk mempermudah pembinaan dan penjaringan bakat di kecamatan itu.
Dia berharap, seluruh pengurus pondok dan guru TPA atau TPSA yang hadir agar terus melakukan introspeksi diri. Kemudian selalu melakukan evaluasi perkembangan penguasaan pembelajaran yang telah dilakukan anak- anak.
Sementara itu, pendanaan kegiatan ini diperoleh dari sumbangan para perantau, donatur maupun seluruh unsur masyarakat di Kecamatan 2×11 Enam Lingkung. (Met)
![Pembukaan Simulasi MTQ oleh Pondok Al-Qur'an Fatahillah, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Minggu, (14/3). [foto : Scientia/Met]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/08cd1dfc-199e-4b49-9839-79b71b7d0dac.jpg)
Tinggalkan Balasan