![Satlantas Polres Sawahlunto bersama warga dalam Persiapan penilaian Kampung Tertib Berlalu lintas. Jumat, (19/3) [foto : Scientia/Yoa]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/68a4ccf1-2405-4246-a00a-0f4513501473.jpg)
“Kampung ini juga dekat dengan pusat kota dan dilengkapi dengan rambu-rambu jalan. Selain itu, juga terdapat objek wisata, dan sekolah,” ujar Kapolres melalui Kasat Lantas Sawahlunto, Iptu Dani Salman kepada Scientia. Jumat, (19/3)
Disebutkan Dani, kriteria penilaiannya dilihat dari seberapa kepatuhan masyarakat, terutama pengendara dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Termasuk simbol-simbol petunjuk lalu lintas dan fasilitas untuk pejalan kaki.
“Dalam hal ini yang akan dinilai yaitu, pengendara sepeda motor yang rajin menggunakan helm, dan adanya Trotoar di bahu jalan sebelah Kanan dan Kiri. Kemudian, adanya rambu petunjuk seperti di larang Parkir, zebra Cross, kecepatan kendraan 20 Km/Jam dan beberapa kriterialainnya,” jelas Dani.
Sementara, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Polres dan Polresta se-Sumatera Barat serta penetapannya dilakukan melalui survei. Kemudian, pihak Polres bersama jajaran keluraha, Dishub, LPM, RW, dan Karang Taruna telah mempersiapkan berbagai upaya, dan masyarakatnya pun sangat mendukung itu. (Yoa)
![Satlantas Polres Sawahlunto bersama warga dalam Persiapan penilaian Kampung Tertib Berlalu lintas. Jumat, (19/3) [foto : Scientia/Yoa]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/68a4ccf1-2405-4246-a00a-0f4513501473.jpg)
Tinggalkan Balasan