![Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur saat menyerahkan bukti 157 hektar tanah ke UNP. Sabtu, (20/3). [foto : Scientia/Met]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/638dddb3-4688-4662-8b1e-d14a9402a65d.jpg)
“Kita perlu prioritaskan ini, sebab jumlah sekolah yang tak sebanding dengan luas kabupaten,” ujar Suhatri Bur, saat orasi dihadapan Wisudawan atau Wisudawati di Hotel convention UNP. (20/3)
Saat ini, kata Suhatri Bur, di Padang Pariaman sudah berdiri 325 PAUD, 419 SD/MI, 86 SMP/MTS, 27 SMA dan 12 SMK serta 7 SDSLB. Sedangkan, jumlah tenaga pendidik masih kurang dan perlu penambahan.
Dia juga berencana melakukan penganggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah dan bantuan sosial bagi siswa kurang mampu, serta siswa yang terancam putus sekolah. Tidak hanya itu, juga akan dianggarkan insentif bagi guru non PNS daerah sulit akses.
“Kita akan lakukan penggalangan dana CSR BUMN dan Swasta untuk menunjang anggarannya,” katanya.
Suhatri berharap kepada provinsi untuk menambah kekurangan jumlah guru demi menciptakan pendidikan yang lebih bermutu, generasi cerdas , berakhlak dan berilmu.
Sementara, dalam kegiatan orasi, Suhatri Bur menyampaikan, ‘Padang Pariaman Berjaya’ merupakan visi yang akan dilaksanakan 5 tahun kedepan. Salah satu prioritas visi tersebut yaitu bidang pendidikan. Dalam perwujudannya diharapkan kerjasama 3 pilar pendidikan, yakni orang tua, masyarakat dan pemerintah.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 137 hektar tanah dari Bupati Padang Pariaman kepada rektor UNP, Ganefri.(Met)
![Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur saat menyerahkan bukti 157 hektar tanah ke UNP. Sabtu, (20/3). [foto : Scientia/Met]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/638dddb3-4688-4662-8b1e-d14a9402a65d.jpg)
Tinggalkan Balasan