![Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat melaunching Program Subuh Berjamaah di Masjid Raya Sumbar. Jumat, (26/3). [foto : Scientia/CLo]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/40f7efc5-3506-4067-bafa-b814443f457e.jpg)
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menjelaskan, program ini adalah wujud pelaksanaan salah satu misi pemerintah yakni menyiarkan Sumbar Madani madani untuk masyarakat daerah tersebut. Dia mengharapkan masyarakat kembali melaksanakan sholat berjamaah di mesjid dan membiasakan untuk melakukan sujud sajadah pada salatnya.
“Ini didukung didukung oleh pedoman MUI Kota Padang. Saat ini pedomannya sudah keluar, kita sudah boleh salat berjamaah dan shaf nya sudah boleh rapat. Namun, setelah sholat tetap kembali mengatur jarak mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” Kata Mahyeldi saat melaunching program tersebut di Padang. Jum’at (26/3).
Sesuai dengan nama programnya, Mahyeldi juga memerintahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh wilayah Sumbar untuk menjadi inisiator dan motivator dalam melaksanakan program ini didaerah tempat tinggal masing-masing.
“Kepada seluruh masyarakat mari membangun semangat berkolaborasi, bekerjasama dan bersinergi, mendukung program pemerintah demi membangun Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Ustad Abdul Somad, dalam tausiah ikut menyinggung tentang tema kegiatan hari ini yaitu subuh madani. “Madani diambil dari kata Madinah, jadi Subuh Madani adalah pelaksanaan sholat subuh seperti di Madinah,” ujar Abdul Somad.
Dikatakan Abdul Somad, masyarakat madani yaitu rajin beribadah, salah satunya melaksanakan sholat shubuh secara berjamaah. “semoga tidak hanya sholat subuh tapi juga sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya secarah berjamaah,” Jelas UAS.
Selain itu, ciri-ciri masyarakat Madinah ialah membangun perilaku pasar adil dan jujur. Sebagai daerah yang memiliki pertumbuhan perekonomian yang baik dan terus meningkat. Masyarakat Minang diharapkan dapat menjadi contoh bagi pedagang dan pembeli di daerah luar Suamtera Barat, menjadi pelaku pasar yang jujur, tidak melakukan kecurangan dan adil dalam berdagang.
“Program pemerintah provinsi Sumbar ini insyaallah akan menjadi syiar bagi Bupati dan Gubernur di luar Sumbar, Saya mendukung semangat ini. Insyaallah amal bagi kita semua”, Ujar Ustad Abdul Somad.
Kepada masyarakat, UAS mengajak untuk berkerjasama dengan pemerintah demi membangun masyarakat yang madani.
Salah satu jama’ah, Sinta (22) memberikan pendapatnya kepada Scientia terkait program pemerintah ini. Ia setuju dan mendukung program sholat berjama’ah ini dilaksanakan diseluruh wilayah Sumatera Barat.
“Program yang bagus, dan saya senang karna sudah dibolehkan sholat berjama’ah lagi mesjid, shaf sholat juga sudah boleh rapat. Suasana sholat seperti dulu sudah mulai kembali,sholat menjadi lebih khusyuk”, ungkap Sinta.
Namun, mengenai sujud sajadah, kalau masyarakat diminta untuk membiasakan ada sujud sajadah pada sholat shubuhnya Sinta berharap ada edukasi atau informasi yang lebih mengenai pelaksanaan atau tatacara sujud sajadah, karna masih banyak masyarakat yang belum paham pelaksanaannya.
“jujur, tadi sempat bingung sama rukunnya. Saya rasa beberapa jama’ah disini juga ada yang kebingungan. Namun setelah dijelaskan Pak Mahyeldi setelah sholat, saya baru tau. Oh ternyata tadi ada sujud sajadahnya”, tambah Sinta. (CLo)
![Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat melaunching Program Subuh Berjamaah di Masjid Raya Sumbar. Jumat, (26/3). [foto : Scientia/CLo]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/40f7efc5-3506-4067-bafa-b814443f457e.jpg)
Tinggalkan Balasan