![Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, John Nedy Kambang saat divaksin. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/cc1e27fc-a9f6-41b2-ae1d-d5c27fea5a14.jpg)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Dt. Bandaro Bendang, menyatakan, vaksinasi bagi jurnalis pekerja media dilakukan sesuai instruksi Presiden Jokowi yang menempatkan jurnalis media sebagai institusi penting untuk mendapatkan vaksin Covid-19.
“Meskipun sudah di vaksin tahap pertama ini, Saya meminta teman-teman tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai abaikan kondisi meski telah divaksin, karena masih belum sempurna dan butuh vaksin lanjutan,” ujar Jasman di Aula Kantor Gubernur Sumbar. Rabu (10/3).
Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar, John Nedy Kambang yang menjadi jurnalis pertama divaksin, mengaku lega bisa mendapatkan vaksin covid -19. Menurutnya, vaksin covid-19 bagi jurnalis adalah suatu keniscayaan, mengingat mobilitas jurnalis dilapangan sangat tinggi dan rawan terpapar covid.
“Berawal dari ada satu dua orang jurnalis yang vaksinasi mandiri, sehingga kita dari IJTI menginisiasi untuk vaksin massal jurnalis dan pekerja pers hari ini. Alhamdulillaah antusias kawan-kawan sangat baik,” ujar John.
Disebutkannya, saat ini terdaftar 165 jurnalis yang ikut. Tapi masih banyak jurnalis yang belum berkesempatan hari ini, akan diupayakan vaksinasi massal jurnalis tahap berikutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pak Gubernur dan pak Wagub Sumbar, yang telah memfasilitas dan hadir langsung melihat kami divaksin. Hal ini menambah semangat kami untuk di vaksin” tukur Jon Nedi Kambang dengan bersemangat.(*)

Tinggalkan Balasan