![ilustrasi Covid-19. [ foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/03/virus-4835301_960_720-2.jpg)
“Kita sudah ambil sebanyak 115 sampel untuk diterliti. Sedangkan, 40 sampel yang sudah kita periksa, hasilnya menunjukkan 83% adalah virus variant D614G. Itu baru separuh hasil, nanti kita tunggu hasil finalnya minggu depan. Sementara, Tidak ada variant Inggris,” ujar Andani di Padang. Senin, (29/3)
Virus variant D614G kata Andani, sudah ada di Indonesia sejak Juni 2020. Meskipun tidak mematikan, upaya pencegahan penularan melalui vaksin dan penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Sebab, penyebarannya lebih cepat. (Clo)
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi melaporkan kasus konfirmasi Covid-19 meningkat dalam 2 minggu terakhir. Hingga 13 Maret lalu kasus ini mengalami penurunan mencapai 464, namun Dua pekan terakhir kasunya menjadi 645 kasus.
“Sampai hari Minggu total akumulatif kasus konfirmasi berjumlah 31.455 kasus,” ujar Arry pada Rapat Koordinasi Walikota dan Bupati di padang. (Clo)

Tinggalkan Balasan