Bupati Asahan: 5.620 Jiwa Telah Divaksin 

Bupati Asahan: 5.620 Jiwa Telah Divaksin 

Bupati Asahan: 5.620 Jiwa Telah Divaksin 
Rapat koordinasi antar sektoral Satgas Covid-19 dalam rangka penanganan dan peningkatan vaksinasi di Kabupaten Asahan, Kamis (1/4).

Asahan, Scientia – 5.620 jiwa telah mendapatkan divaksin dari total target sebanyak 301.174 warga Asahan. Sedangkan, untuk tahun 2021 sasaran sebanyak 111.030 jiwa. 295.554 jiwa lainnya akan divaksin secara bertahap.

Bupati Asahan, Surya mengajak warganya wajib mendukung program vaksinasi ini. Hal ini juga harus menjadi program prioritas tahun ini.

Surya menyebutkan, sasaran penerima vaksin Covid-19 yakni kelompok rentan yang berusia 18-59 tahun, tenaga kesehatan dan petugas yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

“35 fasilitas kesehatan telah menjadi pelaksana vaksinasi di Kabupaten Asahan. 29 Puskesmas, 1 Poliklinik Polres Asahan, 1 Poliklinik Rumkitban 01.08.01 Kisaran, 1 RS PTPN III Sei Dadap 1 Klinik Puskesbun PTPN IV Pulau Raja, RSUD Hams Kisaran dan RSU Setia Husodo,” ujar Surya saat menghadiri rapat percepatan penanganan Covid-19.

“Saya mengajak untuk bersama saling bersinergi dan terus menjalin koordinasi. Sehingga tujuan untuk mensukseskan program vaksinasi terhadap seluruh masyarakat dapat terlaksana sesuai dengan hasil yang diharapkan,” imbuh Surya yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Asahan, Kamis (1/4) petang.

Sementara, Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto mengatakan, langkah vaksinasi yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemkab merupakan langkah yang sangat baik dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Jika masyarakat terbebas dari Covid-19, maka perekonomian di akan kembali meningkat,” ungkapnya Nugroho, yang juga Waki Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Elfina Boru Tarigan menyampaikan pada tahap I ini satu orang menerima vaksin 2 vial. Karena bentuk vaksin masih berupa kemasan single dose atau dosis tunggal yang berukuran 0,5 mili. Satu orang mendapatkan suntikan vaksin 1 mili dengan jarak penyuntikan 14 hari dari suntikan pertama.

“Pada penyuntikan tahap pertama kita telah melakukan penyuntikan kepada 2000 jiwa sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Tetapi pada tahap penyuntikan kedua hanya 1000 jiwa. Untuk 1000 jiwa lagi belum karena belum jatuh tempo,” ungkap Elfina.(hans)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *