Kondisi akhir hasil pembangunan seawall dan groin di kawasan Mesjid Al Hakim Mesjid Al Hakim, purus Kota Padang. [foto : ist]

Pembangunan Seawall dan Groin Selesai, Habiskan Dana 19,1 Milyar

Kondisi akhir hasil pembangunan seawall dan groin di kawasan Mesjid Al Hakim Mesjid Al Hakim, purus Kota Padang. [foto : ist]
Kondisi akhir hasil pembangunan seawall dan groin di kawasan Mesjid Al Hakim Mesjid Al Hakim, purus Kota Padang. [foto : ist]
Padang, Scientia – Gubernur Sumbar, Mahyeldi melakukan peninjauan di kawasan pengerjaan Pembangunan seawall dan groin pada tiga titik jalur di pantai Padang. Dia mengungkapkan, pembangunan ini adalah bagian dalam perencanaan pemerintah dengan BNPB untuk mengurangi resiko abrasi dan pengamanan terhadap bencana tsunami.

Tiga titik abrasi di Kota Padang yang mendapat bantuan penanganan dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB sebesar Rp. 19,1 M telah rampung dibangun seawall dan groin. Tiga titik abrasi ini adalah kawasan Mesjid Al Hakim, Tugu Merpati dan Pasir Jambak tepatnya di kawasan Pasie Nan Tigo.

“Alhamdulillah dengan dana RP. 19,1 milyar, seawall dan groin di tiga titik abrasi sudah selesai kita bangun. Insya Allah tahap selanjutnya, akan diteruskan sampai ke gedung Dinas Kebudayaan dan kawasan muara. Selain itu, akan dilakukan penimbunan dan penanaman pohon disekitaran pantai sebagai vegetasi untuk pengamanan dari bencana tsunami.” Ujar Mahyeldi. Senin, (5/3)

Mahyeldi berharap, pengerjaan ini akan mendukung pembangunan Kota Padang selanjutnya. Sekaligus sebagai persiapan untuk kawasan wisata terpadu Gunung Padang.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi, Suryadi sebagai PPK Penanganan Abrasi Pantai Kota Padang melaporkan pembangunan Seawall dan Groin dimulai sejak tanggal 11 januari 2021 dan selesai pada tanggal 27 maret 2021. Sedikit melewati target waktu pengerjaan yaitu selama 70 hari atau hingga 21 maret lalu.

“Kita bangun di kawasan Mesjid Al Hakim seawall sepanjang 256 meter dan groin T sepanjang 60 meter. Selanjutnya di kawasan Tugu Merpati dibangun seawall sepanjang 423 meter. Terakhir di kawasan Pasir Jambak 200 meter seawall dan groin I di sisi kiri sepanjang 41 meter serta di sisi kanan sepanjang 42 meter”, ungkap Suryadi.

Suryadi menjelaskan bahwa seawall dibangun untuk mempertahankan garis pantai yang terkikis karena abrasi. Sedangkan, groin I dan groin T dibangun dengan tujuan untuk membentuk garis pantai baru. Jadi diharapkan akan muncul kawasan pantai baru setelah dibangunnya groin di titik abrasi ini. (CLo)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *