Pemkab Asahan Minta Poktan Dukung PSR

Bupati Asahan melakukan tanam perdana pembangunan kebun masyarakat antara PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) TBK dengan Gapoktan Sinar Lestari. [Foto: Scientia/Hans] 
Bupati Asahan melakukan tanam perdana pembangunan kebun masyarakat antara PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) TBK dengan Gapoktan Sinar Lestari. [Foto: Scientia/Hans]
Kisaran, Scientia Pemerintah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara berharap masyarakat kelompok tani bisa lebih proaktif mengajak masyarakat lainnya mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Dukungan tersebut akan berdampak signifikan bagi peningkatan pendapatan perekonomian masyarakat tani kelapa sawit di Kabupaten Asahan.

“Salah satu upaya peningkatan produksi tersebut diharapkan melalui program peremajaan sawit rakyat yang kita laksanakan sekarang,” ujar Bupati Asahan, Surya saat menghadiri kegiatan tanam perdana pembangunan kebun masyarakat antara PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) TBK dengan Gapoktan Sinar Lestari di Dusun IV Desa Sionggang Kecamatan Buntu Pane, Senin (19/04).

Surya tak menampik program replanting atau peremajaan sawit tersebut punya tantangan yang tak sedikit dan membutuhkan kesabaran serta perjuangan dari para petani sawit. Namun jika dilaksanakan dengan kerjasama oleh semua pihak, khususnya perusahaan perkebunan yang ada di Asahan dan masyarakat melalui kelembagaan tani maka akan dirasakan hasil yang lebih baik.

Pemkab Asahan terus berupaya menghadirkan peluang-peluang pengembangan bagi masyarakat tani di daerah itu. Salah satu upaya tersebut adalah menggandeng pihak swasta sebagai mitra pemerintah, begitu juga perbankan. Dengan kemitraan tersebut berbagai tantangan dapat diselesaikan.

“Kami menyadari bahwa kita masih kekurangan alat mesin pertanian yang modern disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Namun demikian Kepala Dinas Pertanian saya minta untuk terus melakukan komunikasi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi ataupun langsung ke Kementerian Pertanian agar mengusulkan seluruh kebutuhan petani sehingga ke depan kita akan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi,” ungkap Surya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Ir. Oktoni Eryanto, MMA melaporkan bahwa pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat di Asahan sudah dilaksanakan dari tahun 2020 sampai dengan tahun ini. Realisasi program ini adalah seluas 825,8 hektar yang bersumber dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Perkembangan tersebut tersebar di Kecamatan Buntu Pane seluas 147,6 hektar, Kecamatan Aek Songsongan seluas 124,3 hektar, Sei Kepayang seluas 313,4 hektar, Kecamatan Simpang Empat seluas 99,9 hektar dan Kecamatan Bandar Pulau seluas 140,6 hektar diikuti oleh 2 Gapoktan dan 4 kelompok tani sesuai dengan rekomtek yang diterbitkan oleh Dirjenbun dan kesepakatan 3 pihak oleh BPDPKS, Kelembagaan Tani dan pihak Perbankan.

“Untuk tahun 2021 Dinas Pertanian Kabupaten Asahan memperoleh target seluas 1000 hektar. Lokasinya berada di 9 kecamatan yaitu Kecamatan Sei Kepayang seluas 130 hektar, Sei Kepayang Barat seluas 65 hektar, Kecamatan Simpang Empat 75 hektar, Kecamatan Aek Songsongan 80 hektar, Kecamatan Bandar Pulau 230 hektar, Kecamatan Tinggi Raja 70 hektar, Kecamatan Tanjung Balai 80 hektar, Kecamatan Buntu Pane seluas 100 hektar dan Kecamatan Bandar Pasir Mandoge seluas 270 hektar yang diikuti oleh 3 Gapoktan dan 9 kelompok tani,” terang Oktoni.

Pada kesempatan ini Regional I Head PT BSP Ir. Edison Sembiring dalam sambutannya mengatakan bahwa PT BSP akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit rakyat di sekitar wilayah operasional mereka, khususnya di Kabupaten Asahan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan.

“Untuk itu, kami mengajak para kelompok tani di Kabupaten Asahan agar saling bahu-membahu dalam peningkatan produksi kelapa sawit melalui pola kemitraan,” ungkap Edison. (Hans)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *