![Abdul Muhaimin Iskandar. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2021/05/eaabcb70-e972-468a-a12b-95b7846418c9.jpg)
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI kepada media. Menurutnya, hingga saat ini, pertanian telah terbukti tidak terkontraksi dan memiliki daya tahan sebagai penyelamat pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2020 yang lalu hingga Triwulan I 2021. Juga dibuktikan dengan meningkatnya serapan tenaga kerja sebanyak 2,23 persen selama tahun 2020, dibandingkan tahun sebelumnya.
“Maka sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian, selain fokus di sektor manufaktur, perdagangan, atau pun jasa,” ujar Gus AMI di Jakarta. Selasa (25/5).
Ketua Umum Partai PKB tersebut juga mengatakan, selama ini beberapa komoditi pangan masih sangat tergantung pada impor. Jika ini terus dibiarkan, sangat berbahaya jika terjadi krisis bagi nasib pangan 260 juta rakyat Indonesia. Untuk itu, semua kekuatan harus disatukan dan saling bahu-membahu kekuatan harus bahu-membahu menumbuh kembangkan pertanian sebagai basis pemulihan krisis ekonomi.
Kemudian, seluruh kepala daerah diminta untuk memiliki komitmen terhadap pengembangan inovasi industri pangan dengan melibatkan para petani lokal sekaligus menjaga lingkungan hidup. Juga harus ada re-orientasi ekonomi baru ke sektor pertanian dan ekonomi alternatif lainnya yang menyejahterakan rakyat dan tidak merusak lingkungan.
“Hal ini tentu harus di masukkan ke dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2022,” tutupnya.(Ajo)
![Abdul Muhaimin Iskandar. [foto : ist]](https://datalama.scientia.id/wp-content/uploads/2021/05/eaabcb70-e972-468a-a12b-95b7846418c9.jpg)
Tinggalkan Balasan