
Gubenur (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyatakan, penanganan banjir di kabupaten Pesisir Selatan, khususnya kecamatan Ranah Ampel Hulu Tapan, perlu sentuhan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebab, sungai Batang Sako harus dinormalisasi, agar air sungai tidak meluap ke pemukiman. Untuk itu Pemprov sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp500 miliyar ke pemerintah pusat.
“Jika sudah disetujui, kami harap dukungan dari masyarakat untuk normalisasi tersebut. Jangan sampai ada kendala dari kegiatan itu” kata Mahyeldi. Saat menerima kunjungan masyarakat Tapan, yang didampingi anggota DPRD Sumbar Mochklasin.
Untuk sementara, penanganan banjir yang terjadi pada tanggal 11 dan 16 Mei lalu, akan ditalangi dengan anggaran tanggap darurat oleh BPBD Sumbar. Dana tersebut sebesar Rp300 juta dalam biaya tidak terduga (BTT).
“Nanti akan dipasang gobang karung pasir dan Bronjong di sepanjang aliran sungai Batang Sako,” sebut Mahyeldi.
Sementara itu, salah seorang masyarakat Tapan Cendra Hadi Nurba menyatakan rasa senangnya, karena mendapat jawaban lansung dari gubenur. Selama ini,
banjir di Tapan hampir terjadi setiap tahun, dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Banjir yang lalu juga merugikan warga, terutama ladang dan sawah yang terendam.
“Kami berharap kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terbebas dari banjir secara permanen” kata Cendra.
Gubenur (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyatakan, penanganan banjir di kabupaten Pesisir Selatan, khususnya kecamatan Ranah Ampel Hulu Tapan, perlu sentuhan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebab, sungai Batang Sako harus dinormalisasi, agar air sungai tidak meluap ke pemukiman. Untuk itu Pemprov sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp500 miliyar ke pemerintah pusat.
“Jika sudah disetujui, kami harap dukungan dari masyarakat untuk normalisasi tersebut. Jangan sampai ada kendala dari kegiatan itu” kata Mahyeldi. Saat menerima kunjungan masyarakat Tapan, yang didampingi anggota DPRD Sumbar Mochklasin.
Untuk sementara, penanganan banjir yang terjadi pada tanggal 11 dan 16 Mei lalu, akan ditalangi dengan anggaran tanggap darurat oleh BPBD Sumbar. Dana tersebut sebesar Rp300 juta dalam biaya tidak terduga (BTT).
“Nanti akan dipasang gobang karung pasir dan Bronjong di sepanjang aliran sungai Batang Sako,” sebut Mahyeldi.
Sementara itu, salah seorang masyarakat Tapan Cendra Hadi Nurba menyatakan rasa senangnya, karena mendapat jawaban lansung dari gubenur. Selama ini,
banjir di Tapan hampir terjadi setiap tahun, dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Banjir yang lalu juga merugikan warga, terutama ladang dan sawah yang terendam.
“Kami berharap kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terbebas dari banjir secara permanen” kata Cendra.

Tinggalkan Balasan