Puisi-puisi Metra Wiranda Putra

Melawan Kemustahilan

Di malam  pekat
Hening dan kesunyian mengumpal jelas
Memandang lesu harapku di kejauhan
Tatapan kosong tak terpenjam

Hasrat ini selalu  menghantam
Ingin menyikut keras kemustahilan
Rumit, kata yang acapkali mewakili benak
Hingga lupa Mahakuasa yang bertindak

Realitas tak mampu bukakan netra
Semuanya perihal kelengkaraan belaka
Sarwa hanya tampak fatamorgana

Kalbu ini selalu gelisah
Mamaksaku tuk berdamai dengan takdir
Aku terbuai kemustahilan ini
Akhirnya mengalah dengan ketetapan Ilahi

Padang Pariaman, 22 Mei 2021

Bunga Desa

Tak sengaja kulihat
Pesona di sudut sore
Ketika cerah mulai remang
bunga mawar yang sedang mekar
Menebar harum ke pecandu madu
Iya kamu, bunga desa
Wajahmu bersemayam di balik kerudung ungu
Bersenyum simpul, berparas cantik
Purnama redup tertutup senyummu

Tak peduli kau sudah ada pemilik
Maaf, hatiku kepincut
Izinkan kutitip absen di hatimu
Iya kamu, bunga desa

Pada malam  kukabarkan
Pada bulan kubisikkan
Pada bintang kuceritakan
Semoga Tuhan mengaminkan

Padang Pariaman, 26 Mei 2021

Pengangguran Baru

Bilangan delapan belas sekarang umurmu
Di angka dua belas tahun kamu sudahi
Dalihmu menuntut ilmu di bangku sekolahan telah usai

Riang wajah polosmu masih terpancar
Sekarang, kamu telah masuk dunia baru yang kurang ajar
Semua dinilai dengan materi

Selamat datang pengangguran baru
Dunia keras sudah menanti
Masa bermain sudah mencukupi

Mari bersamaku menepi
Di sudut ibu kota yang tak bertuan
Berdikari mencari sesuap  nasi

Padang Pariaman, 26 Mei 2021

 

Biodata Penulis:

Metra Wiranda Putra, seorang jurnalis di Kabupaten Padang Pariaman. Alumni SMA N 1 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman ini sekarang berkuliah di UIN Imam Bonjol, Padang Jurusan Manajemen Dakwah semester 8.

 


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *