Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Juang

Perjuanganmu jangan berhenti
jangan mati
Diskusi, diktat, karya ilmiah hingga obrolan warung kopi
berisi kaum papa dan petani
Air mata yang jatuh ke ladang-ladang dan berhilir ke matamu
Orang-orang terusir dari tanahnya, dari lautnya
Termarjinalisasi di negeri sendiri
Berjalan di gelap tanpa pendidikan
Berperang dengan lapar mereka sendiri
Kaum papa menanti-nanti
Kau jangan berhenti
Jangan mati sebelum berarti

Padang, 28 Maret 2019

 

Bukit Merese

Menghabiskan satu senja di Merese
Angin menerpa rumput-rumput
Kuning berderai ke hamparan pasir putih
Di puncaknya angin kebebasan menerpa

Setelah ini ke mana, diriku?
Ke tanah yang jauh
atau di sini menjaga kenaifan yang sepi

Padang, 24 Maret 2019

 

Palsu

Cinta pada-Mu adalah ikatan yang tak kuizinkan sesuatu apa ikut serta
berdua saja, dalam ruang gelap menuju fajar
atau di jalanan, di sisi orang sakit dan lapar
Aku akan terus datang pada-Mu,
walaupun dalam ketidakberdayaan dan kemabukan

Dunia adalah kematian
manusia bagaikan mayat yang berjalan-jalan
dalam ketiadaanku,
menanti pertemuan dalam kehidupan
semoga di sana ketemui cinta-Mu

Terimalah cintaku walaupun palsu

Padang, 16 Februari 2020

Pram II

Pram, aku kembali
Aku kangen
Ingin duduk lagi denganmu
ngopi
mendengarkanmu cerita

Bagaimana aku bisa lupa
resahmu

kau bilang ingin buka kedai tembakau
dan hidup damai

Bagaimana aku bisa lupa
Lagunya Begini
Nadanya Begitu
yang mengalir sore-sore
Kau di sampingku
Air sungai juga setenang dirimu
Wajahmu ditimpa cahaya matahari keemasan

Bagaimana aku bisa lupa
caramu meneguk “Ubek Kanker”

Bagaimana aku bisa lupa
kau bertanya padaku
tentang Syekh Siti Jenar

Bagaimana aku bisa lupa
terakhir, kulihat dirimu
sedang membela Bunga

Aku mencintai keberanianmu
kebebasanmu
kejernihan hatimu

Aku kangen
ingin bertemu
tapi kini engkau entah di mana
adakah kau baik saja?
atau benar-benar telah hangus terbakar?

Kuharap kau sedang bersimpuh di altar
Merapal doa-doa

Semoga Tuhan selalu memberkatimu

Padang, 4 Mei 2020

 

Biodata:

Amalia Aris Saraswati merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas, anggota FLP Sumbar, dan Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Kota Padang. Puisi-puisi dan cerpennya telah dimuat di berbagai media massa.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *