
Padang, Scientia – Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto tegas meminta agar rapat soal percepatan Tol Padang – Pekanbaru, yang bersifat di dalam ruangan mulai dikurangi dan ke depan koordinasi sudah harus di lapangan.
“Artinya kita memang harus percepat karena pembangunan tol di Sumatera ini sudah ratusan kilometer, hanya di Sumbar saja yang baru 4,2 kilometer (Km),” ujarnya saat mengikuti rapat bersama Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy di Padang, Kamis (17/6/2021).
Rapat tersebut membahas percepatan progress pembangunan Tol Padang- Pekanbaru itu dihadiri OPD Pemprov Sumbar lintas instansi terkait.
Brigjen Pol Edi Mardianto juga menambahkan, tim juga akan melibatkan lembaga adat seperti LKAAM, untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pemilik tanah ulayat agar tidak ada lagi kendala.
Beber dia lagi, kondisi saat ini berdasarkan data di lapangan, lahan sepanjang 14,3 Km sudah selesai dibebaskan dan dibayarkan. Sementara itu, 7,6 Km sudah tinggal pembayaran, 8,4 Km sedang pengumpulan dokumen. Lalu 5,6 Km masih proses appraisal dan 0,5 KM masuk Tarok City yang sedang divalidasi.
Di kesempatan sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Anwarudin Sulistyono mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan untuk mempercepat proses.
“Kita juga punya unit jaksa pengacara negara yang bisa memberikan pendampingan untuk proyek strategis nasional ini,” katanya.
Menurutnya tanah ulayat adalah bentuk kearifan lokal Sumbar karena itu proses sosialisasi pada masyarakat tidak bisa dilakukan dengan bahasa teknis, tetapi bahasa yang komunikatif dengan bahasa adat. Prosesnyapun harus transparan. (rel/bos)

Tinggalkan Balasan