
Padang, Scientia – Jangkauan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemprov Sumatera Barat (Sumbar), masih cukup rendah. Dari total sasaran 882.307 orang, yang divaksin baru 23,44 persen. Jumlah ini, merupakan akumulasi dari vaksinasi tahap I dan II.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi saat kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI dalam rangka meninjau penanganan COVID-19 di Sumbar, Jumat (18/6/2021).
Arry Yuswandi lebih rinci menjelaskan, untuk vaksinasi lansia jangkauanya juga masih rendah, dari 442.033 orang sasaran baru tervaksinasi 2,36 persen atau 10.435 lansia.
Jelas dia, kendala vaksinasi untuk lansia ini adalah informasi yang tidak sampai secara menyeluruh pada lansia sehingga masih ada keengganan lansia untuk divaksin.
“Untuk hal ini butuh pendekatan yang lebih efektif,” katanya.
Selain itu ada pula kendala kesehatan. Setelah lansia bersedia divaksin ternyata setelah diperiksa tidak memenuhi syarat rata-rata karena hipertensi.
Meski demikian ia optimis ke depan cakupan vaksinasi di Sumbar bisa terus terdongkrak, salah satunya dengan upaya menggelar Gebyar Serentak Vaksinasi COVID-19 untuk Pelayan Publik, Lansia, Pra lansia serta tenaga pendidikan yang telah dilakukan pada 16 Juni 2021.
Ke depan Pemprov Sumbar juga akan meminta dukungan dari lembaga keagamaan seperti MUI untuk mensosialisasikan vaksin COVID-19 agar lebih diterima oleh masyarakat.
Sementara itu, pimpinan rombongan Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar mengatakan, tujuan mereka ke Sumbar untuk pengawasan vaksinasi, menghimpun data dan informasi yang komprehensif dan akurat, tentang akses vaksin dan vaksinasi.
“Kemudian menganalisa kebijakan yang telah dan akan ditempuh pemerintah daerah dalam vaksinasi, ujar dia.
Data yang terhimpun itu, nanti akan dibawa ke pusat sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam kebijakan vaksinasi ke depan. (rel/bos)

Tinggalkan Balasan