
Asahan, Scientia – Bupati Asahan, Surya menyampaikan grand design pembangunan kependudukan yang merupakan pembangunan terencana di segala bidang. Grand design ini menciptakan kondisi ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungannya,
“Selain diperlukan sebagai arah kebijakan kependudukan dan master plan percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) serta master plan percepatan dan perluasan pengurangan kemiskinan di Kabupaten Asahan,” ujar bupati pada pertemuan penyusunan GDPK, Jumat (18/6).
Bupati menjelaskan ada 5 pilar yang terdapat dalam GDPK yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga berkualitas serta administrasi kependudukan.
Selanjutnya, bupati meminta kepada seluruh OPD yang mengikuti kegiatan hari ini agar berperan aktif dan berkonstribusi dalam menyusun GDPK. Sehingga, mencapai penduduk tumbuh seimbang dan pembangunan keluarga berkualitas.
Senentara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Muhillli Lubis mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mencapai Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS), Penduduk Tanpa Pertumbuhan (PTP) serta keluarga berkualitas.
Muhilli menjelaskan penyusunan GDPK dilaksanakan dalam 4 tahapan. Tahap I, pembentukan Pokja GDPK, tahap II, penyusunan Road-Maps Pembangunan Kependudukan, tahap III Penyusunan Dokumen GDPK, tahap IV seminar GDPK.(Hans)

Tinggalkan Balasan