Perlu Upaya Luar Biasa untuk “Selamatkan” Gambir Sumbar

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat beraudiensi dengan petani gambir di Istana Gubernuran, Selasa (29/6/2021).

Padang, Sicentia – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menyebut perlu upaya luar biasa, untuk menjadikan gambir sebagai produk unggulan daerah itu, agar memberikan keuntungan ekonomi kepada petani.

“Selama ini harga gambir selalu ditetapkan oleh pengusaha sementara petani hanya bisa pasrah menerima. Perlu langkah luar biasa agar ke depan petani tidak lagi dirugikan,” katanya saat beraudiensi dengan petani gambir di Istana Gubernuran, Selasa (29/6/2021).

Untuk menyikapi persoalan ini kata dia, Pemprov Sumbar akan menjajaki kemungkinan keterlibatan pemerintah daerah, dalam mengelola komoditas tersebut, salah satunya mungkin dengan mendirikan Perusahaan Daerah (Perusda).

Mahyeldi menyarankan, ada beberapa alternatif yang bisa dijajaki, misalnya dengan sistem resi gudang. Pemerintah melalui Perusda membeli gambir petani dengan harga yang wajar, kemudian baru bernegosiasi dengan pengusaha terkait harga.

Dengan demikian, harga jual petani bisa lebih stabil sehingga tidak perlu pusing lagi dalam hal pemasaran.

Mahyeldi mengatakan tidak akan ada yang dirugikan dengan kebijakan yang tengah dijajaki itu. Pihak-pihak yang selama ini mengambil gambir langsung dari masyarakat bisa dibawa bergabung dengan Perusahaan Daerah sehingga tidak pula harus kehilangan mata pencariannya.

Bank Nagari sebagai Bank milik pemerintah daerah juga akan didorong untuk berperan dalam menunjang pendanaan dalam pengelolaan gambir tersebut.

Ia mengatakan beberapa hari lalu telah bertemu langsung dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk membahas potensi investasi Sumbar. Dua hal yang akan dibantu adalah investasi industri berbasis kelapa dan gambir.

“Kita juga akan bertemu dengan Menteri BUMN. Potensi gambir ini juga akan dibawa dalam pertemuan itu guna dicarikan solusi yang bisa menguntungkan petani,” katanya.

Salah satu yang diharapkan adalah bantuan mesin pengolahan gambir agar yang dijual tidak lagi bahan mentah tetapi telah berbentuk produk turunan yang siap jual. (red)

 


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *